Emas Turun Tipis—Apakah Reli Mulai Kehabisan Tenaga?
Emas (XAU/USD) melemah tipis pada Kamis (15/01) setelah sempat mencetak rekor baru $4.643 di sesi sebelumnya. Di perdagangan terbaru, harga bergerak di sekitar $4.600 per troy ons, menandakan pasar mulai “mengunci profit” usai reli tajam.
Tekanan utama datang dari data ekonomi AS yang cenderung kuat. PPI dan penjualan ritel yang lebih tinggi dari perkiraan, ditambah penurunan tingkat pengangguran pekan lalu, membuat pasar semakin yakin The Fed akan menahan suku bunga lebih lama.
Karena emas tidak memberi imbal hasil (non-interest bearing), prospeknya biasanya melemah ketika peluang suku bunga tinggi bertahan meningkat. Ditambah lagi, indeks dolar (DXY) kembali menguat ke sekitar 99,10, sehingga emas berdenominasi dolar menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli non-dolar.
Dari sisi data, penjualan ritel AS November naik 0,6% menjadi $735,9 miliar, membalikkan kontraksi Oktober dan melampaui ekspektasi pasar. Sementara itu, PPI November juga menguat, dengan inflasi produsen (headline dan core) berada di sekitar 3% (YoY)—memberi alasan tambahan bagi The Fed untuk tidak buru-buru melonggarkan kebijakan.
Sejumlah sinyal dari pejabat Fed juga mengarah ke nada “tahan dulu”. Neel Kashkari menilai ekonomi masih relatif tangguh dan inflasi bergerak ke arah yang benar meski masih terlalu tinggi. Beige Book juga menyebut aktivitas ekonomi meningkat dalam laju “sedikit hingga moderat”, membaik dibanding beberapa laporan sebelumnya.
Di sisi geopolitik, permintaan safe-haven emas sempat sedikit mereda setelah muncul sinyal bahwa ketegangan Iran tidak makin memburuk. Trump menyatakan laporan menunjukkan eskalasi penindakan “mulai mereda”, meski ia tetap membuka kemungkinan langkah lebih keras jika situasi berubah.
Namun, pasar belum sepenuhnya tenang. Kekhawatiran soal independensi The Fed kembali jadi perhatian setelah isu tekanan politik terhadap Ketua The Fed Jerome Powell mencuat, meski Trump menyatakan belum berencana memecat Powell. Kombinasi faktor ini membuat emas rawan bergerak “naik-turun cepat”: ditahan data kuat, tetapi ditopang ketidakpastian kebijakan dan geopolitik.
Inti Poin:
- Emas turun setelah rekor $4.643, kini bergerak di sekitar $4.600.
- Data AS yang kuat (Retail Sales & PPI) memperkuat ekspektasi suku bunga bertahan.
- DXY menguat sehingga menekan minat beli emas dari luar AS.
- Geopolitik sedikit mereda, mengurangi dorongan safe-haven untuk sementara.
- Isu independensi The Fed tetap jadi “bahan bakar” risiko, menjaga volatilitas emas.(asd)
Sumber: Newsmaker.id