Sinyal Trump Bikin Pasar Tenang, Harga Minyak Langsung Melemah
Harga minyak dunia turun setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal bahwa respons AS terhadap situasi di Iran tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Penurunan ini terjadi setelah harga minyak sebelumnya naik selama lima hari berturut-turut. Pernyataan Trump membuat pasar lebih tenang dan mengurangi kekhawatiran akan konflik besar.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun ke bawah level 61 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak Brent ditutup di bawah 67 dolar AS per barel. Penurunan ini menjadi yang pertama dalam enam hari terakhir setelah reli harga yang cukup kuat.
Trump mengatakan bahwa ia yakin Iran akan menghentikan kekerasan terhadap para demonstran. Pernyataan ini membuat pelaku pasar menilai risiko aksi militer AS menjadi lebih kecil. Dengan begitu, ancaman gangguan produksi minyak Iran dan jalur pelayaran utama juga dianggap menurun.
Di sisi lain, data pemerintah AS menunjukkan stok minyak mentah nasional meningkat 3,4 juta barel dalam sepekan terakhir. Ini merupakan kenaikan terbesar sejak awal November. Bertambahnya stok ini menambah tekanan pada harga minyak karena pasokan dinilai masih cukup melimpah.
Sebelumnya, harga minyak naik di awal tahun akibat ketegangan di Iran dan krisis politik di Venezuela. Kedua negara tersebut merupakan produsen minyak penting dunia. Namun, meredanya kekhawatiran geopolitik membuat pasar kembali fokus pada pasokan, sehingga harga minyak pun terkoreksi. (az)
Sumber: Newsmaker.id