Klaim Pengangguran Drop, Dolar Makin Perkasa
Dolar AS kembali menguat ke level tertinggi enam pekan pada Kamis (15/1), setelah data klaim pengangguran menunjukkan pasar tenaga kerja masih cukup “bandel” — memperkuat keyakinan bahwa The Fed bisa menahan suku bunga untuk beberapa bulan ke depan. Indeks dolar (DXY) bertahan di sekitar 99,33 setelah sempat menyentuh area 99,49 (tertinggi sejak 2 Desember).
Pemicu utamanya datang dari laporan Departemen Tenaga Kerja AS: initial jobless claims turun 9.000 menjadi 198.000 untuk pekan yang berakhir 10 Januari, jauh di bawah ekspektasi pasar 215.000. Continuing claims juga turun menjadi 1,884 juta.
Di pasar valuta asing, euro tertekan ke kisaran 1,1605 dan sempat menyentuh 1,1592 (terendah sejak 2 Desember), sementara yen melemah di sekitar 158,45–158,55 per dolar.
Sentimen risiko ikut membaik setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak berencana memecat Ketua The Fed Jerome Powell, serta memberi sinyal pendekatan “wait and see” terkait Iran setelah menerima laporan bahwa kekerasan dalam penindakan protes mulai mereda dan tidak ada rencana eksekusi massal dalam waktu dekat.
Dari Asia, yen juga dibayangi isu politik domestik: pasar menilai potensi arah fiskal yang lebih ekspansif bisa menekan mata uang Jepang, sementara ancaman intervensi tetap jadi radar pasca pasangan USD/JPY sempat menyentuh level rendah yen terdalam dalam 18 bulan di 159,45 pada Rabu.
Di pasar kripto, Bitcoin melemah ke sekitar US$95.506.(yds)
Sumber: newsmaker.id