Dolar Tenang, Tapi Pasti!
Dolar bergerak stabil pada Senin pagi, sementara para trader berhati-hati karena risiko intervensi Jepang kembali mencuat. Libur di Tokyo membuat perdagangan tipis, dan yen melemah ke sekitar 156,71 per dolar. Mata uang Jepang terus tertekan oleh suku bunga ultra-rendah dan kebijakan fiskal longgar, meski pekan lalu sempat menguat setelah Menteri Keuangan Satsuki Katayama memperingatkan kemungkinan intervensi.
Pelaku pasar menilai intervensi bisa terjadi jika USD/JPY menyentuh area 158–162, terutama pada perdagangan tipis libur Thanksgiving yang rawan pergerakan tajam. Beberapa analis memperingatkan intervensi bisa muncul sedini Jumat malam waktu London/New York, yang berpotensi memicu penurunan yen secara cepat jika likuiditas rendah. Pemerintah Jepang kembali menegaskan bahwa intervensi adalah opsi untuk meredam dampak ekonomi dari pelemahan yen.
Di Eropa, euro bergerak datar di sekitar $1,1506 meski peluang pemangkasan suku bunga Fed di Desember kembali naik setelah komentar dovish dari John Williams. Poundsterling berada di dekat $1,3093 menjelang pengumuman anggaran Inggris pada Rabu, saat pemerintah mencoba menyeimbangkan dukungan ekonomi dengan disiplin fiskal.
Dari kawasan Oceania, dolar Selandia Baru bertahan di $0.5608 setelah melemah hampir 8% sejak Juli karena outlook ekonomi memburuk. Pasar hampir yakin RBNZ akan memangkas suku bunga 25 bps pada Rabu, meski masih ragu apakah akan ada penurunan lanjutan tahun depan. Dolar Australia berada di $0.6453 dengan fokus pada rilis CPI bulanan pertama pada Rabu, yang diperkirakan tetap tinggi di 3.6%.
Di pasar kripto, bitcoin sempat stabil di akhir pekan namun kembali tertekan di sesi Asia, turun sekitar 2% menuju $86.250.(Asd)
Sumber : Newsmaker.id