Dolar Loyo Tipis, Yen Ngegas—Semua Mata ke MA & BoE
Dolar AS melemah tipis terhadap mata uang G10 pada Kamis(6/11), sementara obligasi pemerintah AS menguat. Investor menunggu putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Presiden Trump dan komentar dari sejumlah pejabat The Fed. Bloomberg Dollar Spot turun 0,1%, menghentikan reli lima hari, sedangkan yield US Treasury 10Y turun 1 bps ke sekitar 4,15%.
Pelemahan paling besar dolar terjadi terhadap yen, setelah data upah Jepang menunjukkan pertumbuhan pendapatan tunai yang lebih cepat—memperkuat argumen normalisasi kebijakan BoJ. Taruhan di Polymarket bahwa MA akan menguatkan tarif Trump turun ke ~25% dari hampir 50% sehari sebelumnya. Dengan data AS tertunda karena shutdown, sentimen risiko jadi penggerak utama jangka pendek. Di sisi The Fed, Stephen Miran menegaskan kebijakan saat ini “terlalu ketat” dan suku bunga perlu diturunkan untuk menghindari pengambilan risiko yang tidak perlu.
Di pasar valas, AUD/USD naik 0,1% ke 0,6508; ada option strike besar di 0,6500 (≈A$1,02 miliar) yang kadaluarsa 6 November dan bisa jadi magnet harga. GBP/USD naik 0,1% ke 1,3063 jelang keputusan BoE, yang diperkirakan menahan suku bunga di 4% menjelang pengumuman anggaran—berpotensi memicu reaksi cepat di pound jika hasilnya berbeda dari ekspektasi. (az)
Sumber: Newsmaker.id