Euro Tergelincir, Dolar Bangkit
EUR/USD melemah untuk hari kedua pada hari Kamis, turun ke bawah 1,1800 setelah sempat menembus di atas 1,1900 pada hari Rabu. Penguatan Dolar AS muncul kembali menjelang penutupan sesi AS, membalik reaksi awal yang sempat negatif usai keputusan The Fed.
Sejalan ekspektasi, The Fed memangkas suku bunga 25 bps dan memberi sinyal pemangkasan lanjutan untuk mempertahankan pasar tenaga kerja yang melemah. Proyeksi suku bunga menunjukkan dua kali pemotongan lagi pada tahun 2025 dan satu kali pada tahun 2026, meskipun pembuat kebijakan masih terbelah soal jalurnya.
Nada Jerome Powell terdengar kurang dovish. Ia menyebut langkah ini sebagai “pengurangan manajemen risiko” dan mengingatkan tekanan inflasi bisa bertahan hingga tahun 2026, serta menekankan untuk tidak terburu-buru memangkas suku bunga. Pernyataan ini memberi dorongan tambahan bagi Dolar AS dan menekan euro.
Agenda data hari ini mencakup klaim penurunan awal AS dan survei manufaktur The Philly Fed yang bisa memberi arah fundamental berikutnya. Kecuali ada kejutan besar, selera risiko yang moderat berpotensi membatasi reli Dolar dalam beberapa sesi ke depan.
Poin penting:
EUR/USD turun di bawah 1,1800; Dolar pulih pasca-Fed.
The Fed memangkas 25bps; proyeksinya: 2 kali (2025) + 1 kali (2026).
Powell: “pengurangan manajemen risiko”, waspada terhadap inflasi → Dolar menguat.
Fokus data: Klaim Pengangguran & Philly Fed; risk-on moderat dapat menahan reli Dolar.(ads)
Sumber: Bloomberg.com