• Fri, Jun 26, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

26 June 2026 08:58  |

Dolar Australia Melemah Dekat 0,6900

Dolar Australia melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada awal perdagangan Asia Jumat (26/06). Pasangan AUD/USD bergerak di sekitar level 0,6900 karena greenback kembali mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga pada tahun ini.

Tekanan terhadap Aussie muncul setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan bahwa tekanan harga masih tinggi. Indeks harga Personal Consumption Expenditures atau PCE utama naik 4,1% secara tahunan pada Mei, lebih tinggi dari 3,8% pada April. Sementara itu, core PCE yang menjadi ukuran inflasi pilihan The Fed naik menjadi 3,4% secara tahunan dari 3,3% sebelumnya.

Secara bulanan, core PCE naik 0,3%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Meski tidak memberikan kejutan yang lebih panas, angka inflasi tersebut tetap menunjukkan bahwa tekanan harga di Amerika Serikat belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini membuat pasar tetap mempertahankan peluang kenaikan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan mendatang.

Kepala Ekonom AS BMO Capital Markets, Scott Anderson, menilai inflasi PCE masih terlalu tinggi dan akan membuat The Fed bertahan pada kebijakan ketat sambil mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam rapat mendatang. Ia juga menyoroti bahwa inflasi jasa tidak akan mudah dijinakkan hanya dengan penurunan harga energi.

Di sisi lain, data tenaga kerja Australia membantu membatasi pelemahan dolar Australia. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,4% pada Mei dari 4,5% pada April, sejalan dengan ekspektasi pasar. Penurunan ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja Australia masih memiliki daya tahan, terutama setelah terjadi rebound dalam perekrutan tenaga kerja.

Namun, dukungan dari data tenaga kerja Australia belum cukup untuk mendorong AUD/USD menguat. Dolar AS masih lebih dominan karena investor lebih fokus pada arah kebijakan The Fed. Selama inflasi AS tetap tinggi dan peluang kenaikan suku bunga masih terbuka, tekanan terhadap mata uang berisiko seperti dolar Australia kemungkinan masih berlanjut.

Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati laporan Michigan Consumer Sentiment AS yang dirilis pada Jumat. Data tersebut akan menjadi petunjuk tambahan mengenai kondisi konsumen Amerika Serikat dan ekspektasi inflasi. Jika sentimen konsumen dan ekspektasi inflasi tetap kuat, dolar AS berpotensi mempertahankan penguatan terhadap Aussie.

Secara teknikal, AUD/USD masih berada dalam tekanan selama tertahan di sekitar area 0,6900. Jika dolar AS terus menguat, pasangan ini berisiko menguji area support berikutnya. Namun, jika data AS mulai melemah atau ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali turun, Aussie berpeluang mencoba rebound terbatas.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

AUD/USD

AUD Sentuh Terendah 6 Pekan

Dolar Australia turun ke sekitar US$0,71 dan menyentuh level terendah enam pekan, seiring data permintaan domestik yang melem...

28 May 2026 11:17
AUD/USD

AUD Tahan Kenaikan di $0,655

Dolar Australia bertahan di sekitar $0,655 pada Senin, melanjutkan penguatan 0,6% di Jumat menyusul pelemahan dolar AS setela...

8 September 2025 08:19
AUD/USD

AUD Tertekan Lagi, Kenapa 0,6700 Sulit Ditembus?

AUD/USD kembali melemah dan turun di bawah 0,6700 pada sesi Asia Kamis, bergerak di sekitar 0,6680. Tekanan muncul setelah ek...

15 January 2026 09:08
AUD/USD

AUD Melemah Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen Pasar

Dolar Australia (AUD) terus melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin (23/6), memperpanjang penurunan untuk hari ketiga...

23 June 2025 09:34
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai