Perak Tembus $45, Data Panas AS Tak Jadi Halangan
Harga perak melanjutkan kenaikannya dan berada di atas $45 troy ons pada hari Kamis (25/9), didukung permintaan safe haven dan sentimen industri yang solid. Namun euforia tertahan setelah rangkaian data AS lebih kuat dari perkiraan (klaim pengangguran yang lebih rendah, revisi PDB kuartal II lebih tinggi) mengangkat imbal hasil obligasi. Hasilnya, reli perak cenderung moderat karena penguatan dolar/yield membatasi upside jangka pendek.
Dari sisi kebijakan, pasar masih menilai peluang dua kali pemangkasan suku bunga The Fed hingga akhir tahun, meski komentar hati-hati dari pejabat bank sentral dan data yang solid membuat laju pelonggaran diperdebatkan. Untuk perak, arah suku bunga penting karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil. Ketidakpastian geopolitik (Rusia–Ukraina, Timur Tengah) turut menjaga minat lindung nilai, sehingga penurunan harga cenderung dibeli investor (buy the dip).
Fundamental fisik tetap menjadi penopang utama. Permintaan industri dari panel surya, kendaraan listrik, dan elektronik tetap tangguh, sementara pasokan perak—yang banyak merupakan produk sampingan tambang logam dasar—sulit bertambah cepat meski harga tinggi. Premi untuk pengiriman dekat masih elevated di beberapa hub, menandakan ketersediaan ketat. Ke depan, fokus pasar beralih ke rilis PCE (ukuran inflasi favorit The Fed) pada Jumat; angka di bawah ekspektasi dapat melemahkan dolar dan memperkuat perak, sebaliknya kejutan inflasi berisiko menekan harga. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id