Aksi Ambil Untung Redam Perak, DXY Sedikit Menguat
Harga perak (XAG/USD) bergerak cenderung melemah di bawah $39,0 per ons pada Jumat sesi Eropa (29/8), setelah reli pekan ini mendorongnya mendekati puncak sebulan. Aksi ambil untung dan sedikit penguatan dolar menekan harga intraday. Menurut Reuters, perak sempat berada di $39,10 pada pagi hari, sementara sehari sebelumnya menyentuh $39,12—level tertinggi sejak 25 Juli—seiring emas bersiap menutup Agustus dengan kinerja positif.
Arah berikutnya akan sangat ditentukan oleh rilis inflasi PCE inti AS nanti malam ini. Konsensus memperkirakan kenaikan 0,3% m/m dan 2,9% y/y—potensi kenaikan tahunan ketiga beruntun. Hasil yang lebih “panas” berisiko menguatkan dolar dan imbal hasil, sehingga menahan perak di bawah area $39–$40. Sebaliknya, angka yang sejalan atau di bawah ekspektasi bisa menghidupkan kembali dorongan menuju $40 seiring turunnya yield dan bertambahnya minat safe haven.
Dari sisi kebijakan, peluang pemangkasan suku bunga The Fed 25 bps pada September tetap tinggi (sekitar 85–87%), apalagi Gubernur The Fed Christopher Waller menegaskan dukungannya untuk pemotongan seperempat poin dan membuka ruang pelonggaran lanjutan dalam 3–6 bulan ke depan. Ekspektasi pelonggaran ini mendukung logam tak berimbal hasil seperti perak, meski volatilitas berpotensi meningkat menjelang data malam ini. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id