Perak Sideways Menanti Powell
Perak bertahan di atas US$38 per ons pada Jumat(22/8) setelah dua sesi kenaikan beruntun, karena investor menunggu pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell di simposium Jackson Hole untuk mendapatkan sinyal arah suku bunga.
Pasar tetap berhati-hati bahwa Powell bisa menolak ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Kontrak berjangka saat ini mengimplikasikan sekitar 75% peluang pemangkasan 25 basis poin pada September, turun dari lebih dari 90% sepekan sebelumnya. Presiden Fed Kansas City Jeffrey Schmid menilai kebijakan moneter yang “sedikit restriktif” masih tepat mengingat risiko inflasi, sementara Presiden Fed Cleveland Beth Hammack kembali menegaskan penolakannya terhadap pemangkasan suku bunga pada tahap ini.
Perak juga menunjukkan ketahanan dalam beberapa sesi terakhir, berbeda arah dengan emas dengan tetap kokoh meski harga emas melemah dan dolar AS menguat. (az)
Sumber: Trading Economics