Harga Perak Turun, Investor Pantau Jackson Hole dan Ketegangan Geopolitik
Harga perak diperdagangkan melemah pada hari Selasa (19/8), berada di bawah level $38 per ons. Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang menekan daya tarik logam mulia, meski ketidakpastian geopolitik terus memberi dukungan sebagai aset lindung nilai. Para pelaku pasar menyoroti perkembangan diplomasi terkait perang Ukraina, termasuk dorongan Presiden AS Donald Trump untuk mempercepat dialog dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Ketidakjelasan hasil dari pertemuan tersebut membuat investor tetap berhati-hati dalam mengambil posisi.
Dari sisi fundamental, perak mendapat dorongan dari ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada September. Investor menanti pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell di Simposium Jackson Hole akhir pekan ini, yang bisa memberikan sinyal arah kebijakan moneter selanjutnya. Jika Powell menegaskan kemungkinan pelonggaran, perak berpotensi mendapat dukungan tambahan karena suku bunga lebih rendah biasanya meningkatkan permintaan aset non-yield seperti logam mulia.
Secara teknikal, perak masih bergerak dalam kisaran konsolidasi dengan area support di $37,800 dan resistance di sekitar $38,500. Pergerakan yang terbatas menunjukkan pasar masih menunggu katalis besar dari pertemuan Jackson Hole maupun perkembangan geopolitik. Selama level support terjaga, peluang kenaikan tetap terbuka, meski penguatan dolar berisiko membatasi ruang penguatan perak dalam jangka pendek. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id