Menanti KTT Alaska, Perak Tetap Tertekan
Harga perak (XAG/USD) bertahan di bawah US$38 per troy ounce pada Jumat(15/8), setelah anjlok lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Tekanan berlanjut seiring inflasi produsen AS (PPI) yang lebih tinggi dari perkiraan meredam harapan pemangkasan suku bunga The Fed yang besar pada September dan menjaga minat pada aset tanpa imbal hasil tetap rendah.
Dari sisi data, klaim pengangguran mingguan tercatat 224.000, lebih baik dari perkiraan 228.000, menandakan pasar kerja yang masih tangguh. Kombinasi PPI yang “panas” dan klaim yang solid memperkecil urgensi pelonggaran agresif, sehingga narasi “soft landing” kembali mengemuka di kalangan pelaku pasar.
Ekspektasi pasar kini mematok >90% peluang pemangkasan 25 bps bulan depan, sementara opsi 50 bps praktis menguap. Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem menegaskan pemangkasan setengah poin tidak diperlukan, sehari setelah Menteri Keuangan Scott Bessent menyebut opsi tersebut masih mungkin—pernyataan kontras yang menambah ketidakpastian jalur kebijakan.
Di panggung geopolitik, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu di Alaska pada Jumat malam untuk mendorong upaya mengakhiri perang di Ukraina. Hasil pertemuan berpotensi memengaruhi selera risiko dan arah komoditas, termasuk logam mulia.
Ke depan, perak akan sensitif terhadap data AS berikutnya dan komunikasi The Fed. Selama tekanan dari data inflasi produsen belum mereda dan pasar belum melihat katalis baru, ruang penguatan perak diperkirakan terbatas meski volatilitas tetap tinggi.(alg)
Sumber: Newsmaker.id