Perak Bertahan, Safe Haven Masih Menopang
Harga perak (XAG/USD) berhenti dari reli empat hari dan bergerak stabil di sekitar $87,50 per troy ounce pada sesi Asia Selasa. Meski momentum sempat mereda, perak masih berpeluang menguat lagi karena permintaan safe haven tetap kuat di tengah ketidakpastian perdagangan global dan risiko geopolitik.
Dari sisi kebijakan, laporan Wall Street Journal menyebut pemerintahan Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan tarif keamanan nasional untuk enam industri lewat Section 232 Trade Expansion Act 1962. Rencana ini muncul setelah putusan Mahkamah Agung yang membatalkan beberapa tarif sebelumnya. Kebijakan Section 232 disebut terpisah dari tarif global 15% yang diumumkan Trump, namun tetap menambah lapisan ketidakpastian karena pasar meragukan keberlanjutan langkah-langkah ini, terutama jika tak diperpanjang setelah batas waktu 150 hari.
Reaksi dari mitra dagang mulai terlihat. Uni Eropa memberi sinyal bisa menahan ratifikasi kesepakatan dagang dengan AS, sementara pembicaraan dagang India–AS untuk menyelesaikan pakta interim juga ditunda karena Washington menata ulang strategi tarifnya. Situasi ini menjaga sentimen risk-off, yang biasanya mendukung logam mulia.
Dari sisi geopolitik, tensi Timur Tengah tetap tinggi setelah Trump mengisyaratkan kemungkinan serangan terhadap Iran. Namun, Oman mengonfirmasi putaran ketiga pembicaraan AS–Iran tetap berjalan pekan ini di Jenewa, sedikit meredakan kekhawatiran konflik berkepanjangan. Kombinasi “tarif + geopolitik” ini membuat perak tetap diminati sebagai aset defensif, meski pergerakannya rawan volatil mengikuti headline..(asd)
Sumber : Newsmaker.id