• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 February 2026 21:36  |

Perak Melejit Hampir 4%, Tembus $80,5 per Ons

Harga perak melonjak hampir 4% dan kembali diperdagangkan di atas $80,5 per ons, memperpanjang fase rebound setelah sebelumnya sempat “liar” dalam beberapa sesi terakhir. Kenaikan ini menunjukkan minat beli mulai kembali kuat, terutama saat pasar lagi sensitif terhadap headline geopolitik dan data AS.

Pendorong utama datang dari naiknya risiko geopolitik, khususnya memanasnya tensi Washington–Teheran. Setelah Presiden AS Donald Trump memasang deadline nuklir, Iran merespons dengan peringatan balasan bila terjadi serangan. Situasi ini menghidupkan lagi risk premium, dan perak—yang terkenal lebih volatil—cenderung “mengamplifikasi” reaksi pasar.

Di saat yang sama, pasar juga sedang menimbang arah kebijakan The Fed yang makin tidak jelas. Data GDP Q4 AS yang hanya 1,4% memberi sinyal pertumbuhan melambat, tetapi Core PCE yang lebih kuat (sekitar 3,0%) menunjukkan inflasi masih “lengket”. Campuran ini bikin pasar sulit menentukan apakah The Fed akan cepat longgar atau justru tetap ketat lebih lama.

Nada The Fed sendiri ikut menambah kebingungan. Risalah rapat FOMC menunjukkan adanya perbedaan pandangan (rifts), sementara data klaim pengangguran bertahan di 206 ribu—menandakan pasar tenaga kerja masih cukup solid. Kombinasi growth melemah + inflasi membandel ini membuat proyeksi real yield (yield riil) jadi lebih rumit, dan itu biasanya berdampak langsung ke logam mulia.

Dari sisi mikro pasar, likuiditas Asia sempat menipis karena libur Tahun Baru Imlek, terutama setelah fase “blow-off” dan aksi unwind spekulatif di kontrak berjangka China. Namun saat pasar mulai buka kembali, partisipasi yang pulih ikut menambah dorongan momentum pada perak.

Ke depan, perak dinilai mulai masuk fase yang lebih stabil, menyeimbangkan dua peran besar sekaligus: sebagai aset pelindung (safe haven) saat geopolitik memanas, dan sebagai logam industri yang krusial ketika narasi permintaan manufaktur/teknologi masih relevan.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

SILVER

Setelah Tergelincir, Perak Kembali Bersinar di $36

Harga perak (XAG/USD) memangkas kerugian intraday-nya, diperdagangkan sekitar $36,10 per troy ounce selama jam Asia pada hari...

24 June 2025 10:24
SILVER

Konflik Meningkat, Tapi Perak Malah Melemah Kenapa?

Harga Perak (XAG/USD) bergerak turun ke sekitar $36,20 selama jam perdagangan Asia pada hari Senin. Pemulihan Greenback membe...

16 June 2025 11:14
SILVER

Dolar Turun ke Titik Terendah Baru Tahun Ini karena Kisah Ta...

Dolar turun untuk hari kelima karena para pedagang mengabaikan penangguhan tarif elektronik tertentu dan setelah Presiden Don...

14 April 2025 12:14
SILVER

Pasar Heboh! Perak Naik Tajam, Stok Fisik Mulai Langka

Harga perak terus melonjak dan kini diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Kenaikan ini didorong o...

14 July 2025 15:11
BIAS23.com NM23 Ai