Harga Perak Mendekati $78, Aset Safe Haven vs. Dolar Saling Berlawanan
Harga perak (XAG/USD) melanjutkan reli mereka untuk sesi kedua berturut-turut, berfluktuasi di sekitar $78 per troy ounce dalam perdagangan Asia pada hari Kamis. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.
Sentimen safe haven menguat karena pembicaraan AS-Iran gagal menghasilkan terobosan. Teheran mengklaim ada "pemahaman umum" mengenai kerangka kerja untuk negosiasi nuklir, tetapi pejabat AS percaya Iran belum memenuhi beberapa tuntutan Washington, sementara opsi tindakan militer tetap dalam pembahasan di tingkat politik.
Di sisi lain, konflik dan ketidakpastian global juga menambah dukungan untuk perak. Ketegangan geopolitik biasanya meningkatkan minat pada logam mulia, terutama ketika pasar menilai risiko eskalasi yang dapat mengganggu stabilitas regional dan memicu pergeseran dana ke aset defensif.
Namun, potensi kenaikan perak dibatasi oleh penguatan dolar AS. Dolar cenderung stabil setelah kenaikan sebelumnya, dibantu oleh sinyal hawkish dari risalah rapat FOMC, yang telah menyebabkan pasar menahan ekspektasi penurunan suku bunga yang cepat.
Risalah FOMC juga menghidupkan kembali skenario bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi jika inflasi tetap tinggi, meskipun beberapa juga membuka kemungkinan pelonggaran jika inflasi menurun seperti yang diharapkan. Kombinasi pesan ini biasanya mendorong imbal hasil AS lebih tinggi, yang meningkatkan "biaya peluang" untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti perak, sementara membuat perak lebih mahal bagi pembeli non-dolar. (asd)
Sumber: Newsmaker.id