Perak Naik, Ketidakpastian The Fed Jadi Bahan Bakar
Perak mempertahankan kenaikannya pada hari Rabu (18/2) setelah pasar mencerna risalah FOMC Januari dan tetap memegang skenario cut rate di paruh akhir tahun. Pada update terbaru, spot silver (XAG/USD) berada di sekitar $76,81/oz, naik sekitar 4,5%.
Minutes The Fed memperlihatkan nada yang “campuran”: ada kubu yang melihat pemangkasan suku bunga bisa tepat jika disinflasi berlanjut, tapi ada juga yang condong menahan lebih lama—bahkan membuka opsi pengetatan bila inflasi bandel di atas target. Kombinasi sinyal ini bikin pasar menilai jalur kebijakan tetap data-dependent, bukan satu arah.
Kondisi tersebut umumnya jadi angin segar buat aset non-imbal hasil seperti perak, karena pasar masih melihat peluang biaya pinjaman turun ketika inflasi benar-benar mendingin. Namun, ruang naik perak tetap bisa tertahan jika yield Treasury kembali menanjak atau risk sentiment makin kuat, sehingga permintaan safe-haven tidak dominan.
Intinya: perak ditopang “harapan cut rate”, tapi tetap sensitif pada dua penggerak utama—arah yield dolar dan tone inflasi beberapa data ke depan. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id