Perak Terkoreksi Pasca NFP, Namun Bias Naik Masih Bertahan
Harga perak bergerak melemah tipis pada Kamis (12/2), namun tetap bertahan di dekat area puncak mingguan setelah reli tajam pada sesi sebelumnya. Spot silver terakhir berada di $83,94/oz, turun 0,36% pada pukul 16.00 ET, menandai fase “pendinginan” usai volatilitas tinggi beberapa hari terakhir.
Tekanan muncul setelah data tenaga kerja AS yang kuat mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Laporan yang tertunda menunjukkan nonfarm payrolls naik 130.000 pada Januari dan pengangguran turun ke 4,3%, membuat prospek suku bunga “higher for longer” kembali diperhitungkan.
Meski begitu, penurunan perak terlihat masih terbatas karena penguatan dolar tidak sepenuhnya agresif, sementara minat lindung nilai (safe-haven) tetap muncul di tengah ketidakpastian kebijakan dan arah data AS berikutnya. Pasar juga cenderung lebih hati-hati menjelang rilis inflasi, sehingga sebagian pelaku memilih mengunci profit tanpa membalikkan posisi secara ekstrem.
Secara teknikal, zona $82–$83 kini jadi area uji dukungan terdekat, sementara $86,30 masih menjadi resistensi penting (puncak mingguan). Selama perak mampu bertahan di atas dukungan tersebut, bias bullish jangka pendek dinilai masih hidup—namun pergerakan berpotensi tetap “bergelombang” mengikuti arah dolar, yield, dan data lanjutan. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id