NFP Solid, Perak Pangkas Kenaikan
Harga perak melonjak pada Rabu (11/2) setelah rilis data tenaga kerja AS memicu pergeseran cepat ekspektasi suku bunga, namun minat pada logam mulia tetap kuat. Perak (XAG/USD) terpantau di sekitar $84,72 per ons, naik +4,88% pada pembaruan terbaru hari ini, menandai pemulihan tajam pasca-fluktuasi besar dalam dua pekan terakhir.
Pemicu utamanya datang dari Nonfarm Payrolls (NFP) AS Januari yang menunjukkan penambahan 130.000 pekerjaan, sementara tingkat pengangguran turun ke 4,3%. Angka ini lebih kuat dari perkiraan pasar dan langsung mendorong pelaku pasar mengurangi taruhan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat—kondisi yang biasanya mendukung dolar dan yield, sekaligus menjadi “rem” bagi logam mulia.
Meski begitu, perak tetap menguat karena pasar belum sepenuhnya meninggalkan skenario pelonggaran kebijakan di paruh kedua tahun ini, apalagi setelah sinyal perlambatan konsumsi muncul dari data sebelumnya. Perak juga mendapat dukungan dari karakternya yang “dua dunia”: sebagai aset moneter (safe-haven) sekaligus logam industri, sehingga demand bisa tetap terjaga saat pasar mencari lindung nilai tetapi juga menilai kebutuhan riil sektor industri.
Ke depan, pelaku pasar akan memantau apakah penguatan dolar/yield pasca NFP berlanjut dan menekan logam mulia, atau justru volatilitas kembali memicu arus masuk safe-haven. Dengan pergerakan harga yang masih ekstrem, perak berpotensi tetap agresif—baik untuk reli lanjutan maupun koreksi cepat—tergantung arah data inflasi berikutnya dan reaksi pasar suku bunga. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id