Safe-Haven Menguat: Perak Naik 6%, Fokus Beralih ke ADP & ISM
Harga perak (XAG/USD) melanjutkan pemulihannya pada Rabu (4/2) dan menguat sekitar 6% hingga mendekati $90,50 di sesi Eropa. Sentimen risk-off kembali muncul setelah tensi AS–Iran memanas, memicu minat pada aset safe-haven seperti logam mulia.
Kenaikan ini juga terjadi setelah perak sempat mengalami koreksi ekstrem—turun lebih dari 30% dari puncak historisnya di $121,61. Dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, perak sering ikut terdorong karena investor mencari aset lindung nilai saat risiko meningkat.
Namun, pasar tetap mencatat bahwa reli perak masih “berhadapan” dengan faktor dolar. Setelah Presiden AS Donald Trump menominasikan Kevin Warsh untuk menggantikan Ketua The Fed Jerome Powell, ekspektasi arah kebijakan The Fed sempat berubah. Sebagian pelaku pasar menilai Warsh cenderung lebih mendukung dolar kuat, sehingga dolar yang menguat bisa menjadi penahan bagi kenaikan perak.
Dari sisi teknikal, penguatan dolar biasanya membuat perak menjadi kurang menarik dari sisi risk-reward karena perak diperdagangkan dalam denominasi USD. Artinya, ketika dolar menguat, harga perak cenderung menghadapi tekanan tambahan.
Selanjutnya, pelaku pasar akan memantau rilis data AS malam ini, khususnya ADP Employment Change dan ISM Services PMI untuk Januari. Dua data ini berpotensi menggeser ekspektasi pasar terkait langkah suku bunga The Fed, terutama setelah volatilitas tinggi di pasar komoditas beberapa hari terakhir.
Mengacu pada CME FedWatch, pasar saat ini masih menilai peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Maret dan April relatif kecil. Jika data AS keluar lebih kuat dari perkiraan, dolar bisa kembali menguat dan menahan reli perak. Sebaliknya, jika data melemah, perak berpeluang mempertahankan momentum rebound-nya. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id