Perak Rebound Tajam Ditengah Aksi Beli Manfaatkan Koreksi Terbaru
Perak (XAG/USD) memantul tajam pada Selasa (3/2) dan diperdagangkan di sekitar $85,30, naik kurang lebih 6,50% pada hari itu saat tulisan ini dibuat. Logam putih ini berhasil merebut kembali sebagian penurunan yang terjadi selama koreksi keras pekan lalu, seiring investor perlahan kembali masuk ke aset logam mulia karena harga dinilai kini lebih menarik.
Koreksi perak baru-baru ini sebagian besar dipicu faktor teknikal, termasuk pembongkaran posisi (position unwinding) dan likuidasi terkait margin, bukan karena adanya pelemahan fundamental yang jelas. Rebound yang sedang berlangsung menegaskan kondisi pasar yang masih diliputi volatilitas tinggi, sementara permintaan terhadap aset riil tetap terjaga dengan baik.
Dari sisi makroekonomi, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter masih menjadi faktor penting. Pasar masih memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve, yang secara struktural menekan imbal hasil riil (real yields) dan mendukung daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti perak. Nominasi Kevin Warsh sebagai calon pemimpin bank sentral AS berikutnya sempat memberi dukungan sementara pada dolar AS (USD), tetapi efeknya mulai memudar ketika investor kembali fokus pada taruhan pemangkasan suku bunga.
Sementara itu, dinamika dolar AS tetap menjadi penggerak kunci bagi perak. US Dollar Index (DXY) bertahan dekat level tertinggi jangka pendek terbaru, yang berpotensi menahan momentum kenaikan perak. Dolar yang lebih kuat biasanya membuat perak jadi lebih mahal bagi investor global, sehingga bisa membatasi minat beli.
Dari sisi geopolitik, tanda-tanda meredanya ketegangan antara United States dan Iran, ditambah pengumuman kesepakatan dagang antara AS dan India, ikut membantu memperbaiki sentimen pasar. De-eskalasi relatif ini mengurangi kebutuhan safe haven dalam waktu dekat dan bisa mendorong perak masuk fase konsolidasi setelah rebound kuatnya.
Terakhir, melambatnya aliran rilis data ekonomi AS—yang dikaitkan dengan penutupan sebagian pemerintah federal—membuat ketidakpastian prospek ekonomi jangka dekat tetap tinggi. Dalam konteks ini, pergerakan dolar AS dan ekspektasi seputar kebijakan moneter AS kemungkinan akan terus mengarahkan pergerakan perak dalam beberapa hari ke depan.(yds)
Sumber: FXstreet.com