Perak Turun Tajam Usai Euforia Rekor, Ada Apa?
Harga perak terkoreksi tajam setelah reli besar yang mengantar logam putih itu mencetak rekor pada sesi sebelumnya. Koreksi dipicu oleh meredanya kekhawatiran pasar soal tarif impor mineral kritis di AS, ditambah aksi ambil untung setelah lonjakan yang sangat cepat dalam beberapa hari terakhir.
Perak sempat anjlok hingga 7,3%, sebelum kembali sedikit stabil. Pada perdagangan Asia, perak tercatat turun sekitar 4,6% ke $88,9020/oz, sementara emas ikut melemah 0,5% ke $4.602,44/oz. Pelemahan ini memperlihatkan bahwa setelah reli ekstrem, pasar cenderung rapuh dan mudah “berbalik arah” saat pemicunya berkurang.
Pemicu utamanya datang dari sinyal kebijakan Washington: Presiden Donald Trump menahan diri untuk tidak langsung menerapkan tarif baru pada impor mineral kritis. Sebagai gantinya, ia membuka opsi negosiasi perjanjian bilateral demi menjaga pasokan, termasuk wacana price floor untuk impor (bukan sekadar tarif persentase). Sikap ini dinilai mengurangi peluang kebijakan “pukulan menyeluruh” yang sebelumnya dikhawatirkan bisa mengganggu pasar logam benchmark.
Di sisi lain, volatilitas perak memang sedang tinggi. Pergerakan harga belakangan dinilai banyak dipengaruhi faktor teknikal—seperti arus margin, hedging opsi, dan short covering—sehingga pergerakan intraday bisa lebih “liar” dibanding perubahan fundamental pasokan-permintaan murni. Dalam kondisi seperti ini, level teknikal kerap mudah ditembus dan stop-loss cepat terpancing.
Meski demikian, dukungan besar untuk logam mulia belum benar-benar hilang. Narasi “safe-haven” masih kuat di tengah risiko geopolitik dan isu independensi bank sentral AS, sehingga koreksi perak saat ini lebih terlihat sebagai pendinginan setelah reli, bukan tanda tren utama langsung berakhir.
Inti Poin:
- Perak terkoreksi tajam setelah mencetak rekor; pasar mulai ambil untung.
- Kekhawatiran tarif mineral kritis mereda karena AS menunda penerapan bea baru.
- Trump membuka opsi negosiasi pasokan, termasuk wacana price floor impor.
- Volatilitas perak meningkat; pergerakan banyak dipengaruhi faktor teknikal (opsi/margin/short covering).
- Sentimen safe-haven masih menopang logam mulia, meski jangka pendek rawan “guncangan.”(asd)
Sumber: Newsmaker.id