• Thu, Jun 25, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

25 June 2026 01:57  |

Minyak Mentah Turun, WTI Sempat di Bawah $70

Harga minyak turun sekitar 4% pada perdagangan Rabu (24/6), seiring makin lancarnya pergerakan kapal tanker melalui Selat Hormuz. Kondisi ini membuat pasar semakin yakin bahwa fase terburuk gangguan pasokan energi dari Timur Tengah mulai berlalu. West Texas Intermediate atau WTI sempat jatuh ke US$69,63 per barel, menjadi pertama kalinya harga kontrak tersebut turun di bawah US$70 sejak 2 Maret.

Minyak brent sebagai acuan global juga melemah tajam. Harga Brent turun 4,2% ke sekitar US$73,79 per barel, level terendah sejak sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari. Penurunan ini menunjukkan pasar mulai melepas premi risiko perang yang sebelumnya mendorong harga minyak naik tinggi selama konflik berlangsung.

Sentimen utama datang dari meningkatnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Kapal-kapal tanker mulai kembali melintas secara terbuka, memberi sinyal bahwa kepercayaan pemilik kapal dan pelaku perdagangan energi mulai pulih. Jika arus minyak dari Teluk Persia terus membaik, kekhawatiran terhadap kelangkaan pasokan global bisa semakin mereda dan harga minyak berpotensi tetap tertekan.

Di tengah penurunan harga minyak mentah, Presiden AS Donald Trump mengkritik perusahaan minyak karena dinilai belum menurunkan harga bensin di SPBU secara sebanding. Trump menyebut harga minyak sudah turun tajam, tetapi konsumen belum merasakan penurunan yang cukup cepat di pompa bensin. Ia bahkan mengatakan telah meminta Departemen Kehakiman AS untuk segera melihat kemungkinan praktik “price gouging” atau pengambilan keuntungan berlebihan.

Pernyataan Trump menambah tekanan politik terhadap industri energi Amerika Serikat. Di satu sisi, turunnya harga minyak seharusnya membantu meredakan inflasi dan meringankan beban konsumen. Namun, harga bensin biasanya tidak selalu turun secepat harga minyak mentah karena dipengaruhi faktor lain seperti stok lama, biaya kilang, distribusi, pajak, dan margin ritel.

Ke depan, pasar akan memantau apakah penurunan minyak mentah benar-benar berlanjut dan mulai terasa pada harga bahan bakar. Jika Hormuz tetap aman dan pasokan Timur Tengah terus pulih, WTI berpeluang bertahan di bawah US$70 atau bergerak menuju area support berikutnya. Namun, jika muncul hambatan baru dalam pembicaraan AS-Iran atau arus kapal kembali terganggu, harga minyak masih berpotensi memantul dari level rendah.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai