Minyak Mentah Turun, WTI Sempat di Bawah $70
Harga minyak turun sekitar 4% pada perdagangan Rabu (24/6), seiring makin lancarnya pergerakan kapal tanker melalui Selat Hormuz. Kondisi ini membuat pasar semakin yakin bahwa fase terburuk gangguan pasokan energi dari Timur Tengah mulai berlalu. West Texas Intermediate atau WTI sempat jatuh ke US$69,63 per barel, menjadi pertama kalinya harga kontrak tersebut turun di bawah US$70 sejak 2 Maret.
Minyak brent sebagai acuan global juga melemah tajam. Harga Brent turun 4,2% ke sekitar US$73,79 per barel, level terendah sejak sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari. Penurunan ini menunjukkan pasar mulai melepas premi risiko perang yang sebelumnya mendorong harga minyak naik tinggi selama konflik berlangsung.
Sentimen utama datang dari meningkatnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Kapal-kapal tanker mulai kembali melintas secara terbuka, memberi sinyal bahwa kepercayaan pemilik kapal dan pelaku perdagangan energi mulai pulih. Jika arus minyak dari Teluk Persia terus membaik, kekhawatiran terhadap kelangkaan pasokan global bisa semakin mereda dan harga minyak berpotensi tetap tertekan.
Di tengah penurunan harga minyak mentah, Presiden AS Donald Trump mengkritik perusahaan minyak karena dinilai belum menurunkan harga bensin di SPBU secara sebanding. Trump menyebut harga minyak sudah turun tajam, tetapi konsumen belum merasakan penurunan yang cukup cepat di pompa bensin. Ia bahkan mengatakan telah meminta Departemen Kehakiman AS untuk segera melihat kemungkinan praktik “price gouging” atau pengambilan keuntungan berlebihan.
Pernyataan Trump menambah tekanan politik terhadap industri energi Amerika Serikat. Di satu sisi, turunnya harga minyak seharusnya membantu meredakan inflasi dan meringankan beban konsumen. Namun, harga bensin biasanya tidak selalu turun secepat harga minyak mentah karena dipengaruhi faktor lain seperti stok lama, biaya kilang, distribusi, pajak, dan margin ritel.
Ke depan, pasar akan memantau apakah penurunan minyak mentah benar-benar berlanjut dan mulai terasa pada harga bahan bakar. Jika Hormuz tetap aman dan pasokan Timur Tengah terus pulih, WTI berpeluang bertahan di bawah US$70 atau bergerak menuju area support berikutnya. Namun, jika muncul hambatan baru dalam pembicaraan AS-Iran atau arus kapal kembali terganggu, harga minyak masih berpotensi memantul dari level rendah.(yds)
Sumber: Newsmaker.id