• Tue, Jun 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

2 June 2026 07:38  |

Minyak Stabil, Ketidakpastian AS–Iran Kunci Risiko Pasokan

Harga minyak bergerak stabil pada Selasa (02/6) setelah mencetak kenaikan harian terbesar dalam sekitar satu bulan, ketika pasar kembali menilai risiko gangguan pasokan dari Teluk Persia bisa bertahan lebih lama. Brent kontrak Agustus diperdagangkan di sekitar US$95/barel setelah naik 4,2% pada sesi sebelumnya, sementara WTI berada sedikit di bawah US$92/barel.

Lonjakan pada Senin dipicu laporan Tasnim bahwa Teheran menghentikan pembicaraan dengan Washington sebagai protes atas serangan Israel di Lebanon. Namun reli kemudian memangkas sebagian kenaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi masih berlanjut, menegaskan pasar masih sangat “headline-driven” dan mudah berayun dari satu pernyataan ke pernyataan lain.

Trump juga mengatakan kepada ABC News bahwa MoU untuk membuka kembali Selat Hormuz berpeluang terjadi dalam sepekan ke depan, meski AS masih perlu menyelesaikan “beberapa poin”. Ketidakjelasan soal perpanjangan gencatan senjata—dan terutama masa depan arus energi melalui Hormuz—menjadi faktor utama yang menggerakkan harga, setelah minyak sempat turun bulan lalu karena optimisme kesepakatan.

Tasnim juga menyinggung agenda penutupan penuh Selat Hormuz dan bahkan Bab el-Mandeb di ujung selatan Laut Merah, rute alternatif penting ketika Hormuz tersendat. Isu ini memperbesar kekhawatiran pasar karena memperluas risiko gangguan tidak hanya pada satu chokepoint, tetapi dua jalur utama sekaligus.

Analis CIBC menilai jika muncul sinyal bahwa kedua pihak sudah tidak aktif bernegosiasi, pasar bisa kehilangan “selimut pengaman” yang selama ini membuat harga condong ke skenario terbaik. Kebingungan bertambah setelah Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan versi berbeda soal panggilan terkait Lebanon, sementara Kepresidenan Lebanon menyebut gencatan yang dimediasi AS sebaiknya diperluas dari Beirut ke seluruh wilayah Lebanon, dengan negosiasi lanjutan dijadwalkan Selasa dan Rabu.

Pada perdagangan Asia pukul 08:29 di Singapura, Brent Agustus turun tipis 0,1% ke US$94,86/barel, sedangkan WTI Juli turun 0,3% ke US$91,90/barel.(asd)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai