Brent dan WTI Volatil, Hormuz Masih Jadi Kunci
Harga minyak relatif stabil pada Jumat (29/5), tetapi masih berada di jalur penurunan mingguan terbesar sejak awal April setelah laporan bahwa AS dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang gencatan senjata. Brent kontrak Juli turun 34 sen (0,3%) ke US$94,05 per barel pada 08:10 GMT, sementara WTI mendatar di US$88,89, setelah keduanya sempat turun lebih dari 1% di awal sesi.
Secara mingguan, Brent tercatat turun sekitar 9%, penurunan paling tajam sejak pekan yang berakhir 6 April. WTI melemah hampir 8%, menjadi penurunan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir 13 April. Pasar menilai potensi pembukaan kembali Selat Hormuz dapat mengurangi premi risiko pasokan yang selama ini mengangkat harga.
Sumber Reuters menyebut AS dan Iran pada Kamis mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata dan melonggarkan pembatasan pelayaran di Hormuz, meski persetujuan Presiden Donald Trump belum keluar dan media pemerintah Iran menyatakan kesepakatan belum difinalisasi. Kondisi ini membuat harga tetap volatil dan sangat dipengaruhi headline.
Dalam beberapa sesi terakhir, Brent dan WTI bergerak liar dengan rentang hingga sekitar US$6 karena sinyal yang campuran soal akhir perang Iran dan kemungkinan pembukaan Hormuz, jalur yang sebelumnya menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG dunia. Arus pelayaran di chokepoint itu masih jauh di bawah level pra-konflik, dan ING menilai pembukaan kembali dapat memberi bantuan cepat, namun pemulihan penuh tetap belum pasti.
Di sisi permintaan, Jepang—yang bergantung pada minyak Timur Tengah—mencatat penurunan impor minyak mentah 66% pada bulan lalu dibanding April tahun sebelumnya, menyorot dampak gangguan pasokan terhadap negara importir utama. Dari AS, data EIA menunjukkan stok minyak mentah, bensin, dan distilat turun pekan lalu seiring permintaan kilang dan konsumen meningkat, sementara ekspor turun 1,16 juta bph menjadi 4,4 juta bph, yang memberi bantalan pada harga meski sentimen mingguan masih condong bearish. (Arl)*
Sumber : Newsmaker.id