• Tue, Jun 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

28 May 2026 16:30  |

Trump Redam Ekspektasi Deal Iran, Minyak Rebound

Harga minyak menguat pada Kamis (28/5) setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan udara, memudarkan harapan pasar atas kesepakatan damai yang bisa membuka kembali Selat Hormuz. Brent naik 2,3% ke US$96,42 per barel pada 05:51 ET, sementara WTI menguat 2,2% ke US$90,52.

IRGC menyatakan telah menyerang sebuah pangkalan udara AS di Kuwait sebagai balasan atas serangan AS ke Bandar Abbas, kota pelabuhan Iran, pada hari yang sama. Kuwait juga mengatakan sedang mempertahankan diri dari serangan rudal dan drone, namun tidak menyebut sumber serangan. Rangkaian ini menandai kembalinya permusuhan terbuka, meski Washington sebelumnya berulang kali menyatakan gencatan senjata masih berlaku dan menggambarkan serangan awal pekan ini sebagai tindakan defensif.

Penguatan minyak terjadi setelah sesi Rabu yang melemah dan di tengah posisi pasar yang sebelumnya mulai mem-price-in kesepakatan AS–Iran sebagai sesuatu yang sudah dekat. Namun, Presiden AS Donald Trump menepis laporan bahwa Iran akan membuka kembali pelayaran komersial di Hormuz dalam satu bulan, dan mengatakan ia belum puas dengan rancangan kesepakatan untuk mengakhiri konflik tiga bulan.

Meski sejumlah pejabat AS sempat memberi sinyal optimistis dalam sepekan terakhir, kedua pihak disebut masih berselisih soal aktivitas nuklir Iran dan pengaturan Selat Hormuz. Dalam beberapa hari terakhir memang ada kapal-kapal yang mulai melintas, tetapi arus masih jauh di bawah level pra-perang. Penutupan efektif Hormuz tetap mengganggu sekitar seperlima pasokan minyak global, menjaga premi risiko pasokan di pasar.

Trump juga menolak gagasan Iran dan Oman mengendalikan selat bersama, menegaskan tidak ada satu negara pun yang dapat mengontrol jalur tersebut. Untuk pasar minyak, ini berarti fokus kembali pada “eksekusi” pembukaan Hormuz, bukan sekadar headline negosiasi—dan selama status operasionalnya belum normal, volatilitas serta sensitivitas harga terhadap perkembangan geopolitik berpotensi bertahan. (Arl)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai