• Tue, Jun 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

28 May 2026 11:29  |

Minyak Melonjak, Serangan Baru Uji Gencatan Senjata dan Prospek Deal Hormuz

Harga minyak melonjak setelah serangan baru di Teluk Persia dan langkah sanksi terbaru AS meningkatkan tekanan terhadap Iran, sementara kedua pihak masih berbeda pandangan soal pembukaan kembali Selat Hormuz. Brent naik kembali mendekati US$98 per barel setelah turun lebih dari 5% pada Rabu, sementara WTI bergerak di atas US$92.

Menurut seorang pejabat AS, pasukan Amerika melakukan serangan udara ke sebuah lokasi militer dan menargetkan beberapa titik di sekitar Hormuz. IRGC kemudian mengklaim menargetkan pangkalan AS yang digunakan untuk meluncurkan serangan tersebut. Di saat yang sama, pertahanan udara Kuwait menyebut sedang merespons ancaman rudal dan drone, menegaskan betapa rapuhnya gencatan senjata yang berjalan.

AS juga menjatuhkan sanksi kepada Persian Gulf Strait Authority, badan yang dibentuk Iran untuk mengelola Hormuz. Washington menyatakan entitas tersebut berperan dalam skema yang melanggar hukum internasional dan berpotensi digunakan untuk memungut biaya lewat jalur pelayaran. Langkah ini memperbesar friksi karena salah satu titik sengketa utama negosiasi adalah apakah Iran akan tetap memegang kontrol atas lalu lintas selat, yang saat ini masih berada di bawah blokade ganda Iran dan AS.

Meski harga menguat hari ini, minyak masih berada di jalur penurunan mingguan kedua karena sebagian pasar masih memegang skenario kesepakatan sementara tetap mungkin tercapai. Namun optimisme “deal segera” mulai memudar, terutama karena isu nuklir, tuntutan Iran terkait kontrol Hormuz, serta posisi Trump yang menolak pelonggaran sanksi dan menyebut tidak akan menyetujui “bad deal”.

Di pasar fisik, American Petroleum Institute (API) melaporkan stok minyak AS turun 2,8 juta barel pekan lalu, termasuk penurunan di Cushing, Oklahoma, sementara data resmi pemerintah dijadwalkan rilis Kamis. Pengurangan persediaan ini menambah dukungan jangka pendek pada harga, terutama saat risiko pasokan kembali meningkat.

Arah berikutnya tetap headline-driven. Jika gencatan senjata kembali pecah atau serangan meluas ke infrastruktur energi, premi risiko berpotensi naik cepat, terutama ketika buffer persediaan dianggap menipis. Sebaliknya, jika ada kemajuan yang bisa diverifikasi terkait pembukaan Hormuz, reli bisa kembali terkoreksi. Pasar juga mulai menghubungkan volatilitas minyak dengan inflasi dan suku bunga, karena gangguan pasokan yang berkepanjangan berisiko menjaga tekanan inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.(asd)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai