Minyak Lanjut Turun, TV Iran Klaim Lihat Draft Deal Pembukaan Hormuz
Harga minyak memperpanjang pelemahan pada Rabu (27/5) setelah televisi pemerintah Iran menyebut telah melihat draft awal (belum resmi) kerangka kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Klaim tersebut menambah keyakinan pasar bahwa krisis pasokan bisa mulai mereda, meski detail kesepakatan dan jadwal implementasi masih belum jelas.
Brent berada di sekitar US$94,50 per barel dan WTI di sekitar US$89,09 per barel, mencerminkan tekanan jual yang berlanjut setelah reli tajam pada awal pekan.
Reuters melaporkan penurunan juga dipengaruhi meningkatnya lalu lintas tanker melalui selat, yang dinilai mengimbangi kekhawatiran pasar atas tuduhan pelanggaran gencatan senjata dan laporan insiden di lepas pantai Oman. Analis PVM menyebut bertambahnya kapal yang melintas menjadi sinyal “kemajuan nyata” menuju berakhirnya krisis pasokan, sehingga tekanan turun harga kembali dominan.
Namun, pasar tetap bergerak sangat “headline-driven”. UBS menilai belum ada indikasi bahwa perkembangan ini berbeda secara substansial dari narasi yang beredar sejak akhir pekan, sementara arus minyak melalui Hormuz masih terbatas sehingga pembatasan pasokan belum hilang sepenuhnya. Dengan kata lain, pelemahan minyak saat ini lebih mencerminkan repricing ekspektasi pembukaan selat, bukan pemulihan aliran yang sudah sepenuhnya normal.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id