Minyak Turun, Pasar Uji Deal Iran Tanpa Kepastian Hormuz
Minyak melemah ketika pasar kembali menimbang peluang kesepakatan damai AS–Iran, meski permusuhan baru muncul di sekitar Selat Hormuz. Brent turun mendekati US$98 per barel setelah reli hampir 4% pada Selasa, sementara WTI berada di sekitar US$92. Menlu AS Marco Rubio menegaskan finalisasi pakta damai kemungkinan masih membutuhkan beberapa hari, menjaga ekspektasi tetap terukur.
Risiko utama tetap pada kondisi fisik Hormuz. Selat yang biasanya mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG dunia itu pada praktiknya masih tertutup akibat blokade AS dan Iran. Namun, setidaknya dua supertanker non-Iran dilaporkan berhasil keluar pada Selasa, pertama kalinya dalam sepekan terlihat sekitar 4 juta barel minyak non-sanksi melintas. Sejumlah pihak menilai Iran memiliki keunggulan strategis karena kontrolnya atas jalur tersebut, sementara insiden militer terbaru mempertegas bahwa jalur de-eskalasi belum sepenuhnya aman.
Pasar saat ini memperdagangkan “prospek” deal, bukan pembukaan bersih. Westpac menilai penurunan Brent masih mungkin berlanjut jika optimisme meningkat, tetapi selama Hormuz belum benar-benar dibuka penuh dan stabil, pelemahan harga cenderung dangkal dan sementara. Di Washington, Presiden Donald Trump dijadwalkan menggelar rapat kabinet pada Rabu, saat pembicaraan masih menyisakan titik sengketa seperti US$24 miliar aset Iran yang dibekukan dan penolakan Teheran untuk menjamin lintasan bebas tanpa pembatasan di Hormuz. (asd)
Sumber: Newsmaker.id