• Sat, Jul 18, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

26 May 2026 12:38  |

Minyak Naik Usai AS Serang Iran

Harga minyak Brent naik lebih dari 2% dalam perdagangan Asia pada hari Selasa (26 Mei), menyusul serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran. Tindakan ini memperbarui kekhawatiran pasar, karena prospek kesepakatan perdamaian dan pembukaan kembali Selat Hormuz masih belum jelas.

Brent naik sekitar 2,1%, menjadi US$98,12 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah penurunan harga yang tajam sekitar 7% pada sesi sebelumnya, karena pasar berharap konflik akan segera mereda. Sementara itu, minyak WTI berada di sekitar US$91,79 per barel, masih di bawah tekanan dibandingkan dengan penutupan akhir pekan lalu.

Para pelaku pasar menilai bahwa serangan AS di Iran selatan dan serangan Israel terhadap Hizbullah telah meningkatkan risiko geopolitik. Kondisi ini mendorong harga Brent naik dan memperlebar selisih harga dengan WTI. Ketidakpastian meningkat setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan negosiasi dengan Iran dapat memakan waktu beberapa hari.

Selat Hormuz tetap menjadi perhatian utama bagi pasar energi global. Sejak konflik dimulai, Iran dilaporkan telah membatasi sebagian besar pengiriman non-Iran melalui Selat Hormuz. Ini meskipun Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair dunia.

Sementara itu, Washington dan Teheran dilaporkan telah membuat kemajuan dalam membahas nota kesepahaman untuk menghentikan sementara perang. Perjanjian tersebut dilaporkan memberi kedua belah pihak waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir. Salah satu poin yang dibahas adalah kemungkinan membersihkan ranjau di Selat Hormuz untuk memungkinkan kapal dari berbagai negara melewatinya dengan aman.

Terlepas dari tanda-tanda kemajuan, pasar tetap tidak yakin tentang keberhasilan perjanjian tersebut. Presiden AS Donald Trump kembali menuntut agar Iran menyerahkan uranium yang diperkaya untuk dimusnahkan. Hal ini membuat pelaku pasar gelisah, karena kesepakatan tersebut dapat runtuh pada tahap akhir dan memicu lonjakan harga minyak lainnya. (asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai