Minyak Jatuh Ke Terendah Dua Pekan Mendekati Deal AS–Iran
Harga minyak turun hampir 6% ke level terendah dua pekan pada perdagangan Senin (25/5), seiring meningkatnya optimisme bahwa Amerika Serikat dan Iran kian mendekati kesepakatan damai yang dapat membuka kembali Selat Hormuz. Meski demikian, Washington dan Teheran sama-sama meredam ekspektasi bahwa terobosan final akan terjadi dalam waktu dekat.
Minyak Brent turun $6,12 atau 5,9% ke $97,42 per barel pada pukul 12:43 siang waktu timur AS, sementara WTI turun $5,72 atau 5,9% ke $90,88. Keduanya berada di level terendah sejak 7 Mei. Volume perdagangan juga lebih tipis karena libur Memorial Day di AS.
Koreksi tajam ini mencerminkan berkurangnya premi risiko geopolitik pada jalur pasokan energi. Selat Hormuz merupakan rute kritikal bagi pengiriman minyak, sehingga setiap sinyal pemulihan arus pengapalan cenderung cepat diterjemahkan pasar sebagai peningkatan ekspektasi pasokan dan normalisasi biaya risiko.
Seorang pejabat yang mengetahui kunjungan tersebut mengatakan negosiator utama Iran dan menteri luar negerinya berada di Doha untuk pembicaraan dengan perdana menteri Qatar terkait potensi kesepakatan dengan AS guna mengakhiri perang yang telah berlangsung tiga bulan. Kedua pihak menyatakan telah membuat kemajuan pada memorandum of understanding yang akan menghentikan perang dan memberi waktu 60 hari bagi perundingan menuju kesepakatan final.
Namun arah harga masih rentan terhadap perubahan headline. Analis Price Futures Group Phil Flynn menilai ada harapan “mulai ada minyak yang bergerak” melalui Selat Hormuz meski kesepakatan belum tuntas. Presiden AS Donald Trump juga mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan “baik,” namun memperingatkan adanya serangan baru jika pembicaraan gagal.
Ke depan, pasar akan memantau kejelasan detail MoU dan langkah implementasi di lapangan terkait akses pelayaran, mengingat sensitivitas minyak terhadap risiko pasokan. Kanal utamanya tetap melalui ekspektasi inflasi berbasis energi dan persepsi risiko geopolitik yang dapat mengubah premi harga secara cepat, terutama saat likuiditas pasar kembali normal pasca libur AS.(yds)
Sumber: Newsmaker.id