Minyak Berfluktuasi, WTI Menuju Penurunan Mingguan Terburuk Sejak Sebulan
Harga minyak berfluktuasi pada Jumat (22/5), dengan West Texas Intermediate (WTI) naik tipis ke $96,28 per barel, sementara Brent untuk Juli diperdagangkan di $103,20 per barel. Meskipun ada kenaikan intraday, keduanya berada di jalur untuk kerugian mingguan signifikan, hampir 9% untuk WTI dan sekitar 6% untuk Brent.
Sentimen pasar dipengaruhi oleh laporan media Iran yang menyatakan bahwa beberapa kapal telah melewati Selat Hormuz di bawah pengawasan angkatan laut Iran, sekaligus harapan untuk kesepakatan damai antara Washington dan Teheran yang menahan harga dari kenaikan lebih tajam.
Iran dan Pakistan terus mengupayakan mediasi untuk mengakhiri perang lebih dari dua bulan antara AS dan Iran. Menteri Luar Negeri Iran bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan untuk membahas proposal penyelesaian konflik, sementara Sekretaris Negara AS Marco Rubio menyebut diskusi menunjukkan “tanda-tanda baik,” namun tetap menahan optimisme.
Perbedaan besar masih ada mengenai stok uranium Iran dan sistem tol Selat Hormuz, serta ketidakjelasan mengenai kesepakatan nuklir, menjaga ketidakpastian tinggi di pasar energi global. Penutupan jalur energi strategis ini telah menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah, memicu harga minyak melonjak dan menambah tekanan inflasi global.
Investor kini memantau perkembangan negosiasi dan transisi aliran energi melalui Selat Hormuz, yang tetap menjadi faktor kunci bagi pergerakan harga minyak dan prospek ekonomi global.(yds)
Sumber: Newsmaker.id