• Tue, Jun 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 May 2026 20:43  |

Konflik Iran & Hormuz Dorong Volatilitas Minyak

Harga minyak kembali turun pada hari Rabu (20/5), dengan Brent di $108,83 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) di $101,99 per barel, setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan melanjutkan serangan terhadap Iran, meski ia sebelumnya menunda aksi militer. Penurunan ini menandai hari kedua berturut-turut harga minyak berkurang.

Komentar Trump menciptakan campuran sentimen di pasar. Ia menyatakan perang dengan Iran bisa berakhir “sangat cepat” jika negosiasi berhasil, namun juga menekankan bahwa Amerika Serikat mungkin harus memberikan “pukulan besar” jika Iran menolak syarat perdamaian yang diajukan. Pernyataan ini membuat investor berhati-hati dalam mengambil posisi di pasar energi.

Di Selat Hormuz, tiga supertanker terlihat mencoba melintasi jalur strategis tersebut, yang sebelumnya hampir sepenuhnya tertutup akibat konflik. Peningkatan lalu lintas ini memberikan sinyal positif bahwa pasokan minyak global bisa mulai pulih, sehingga menekan tekanan harga. Namun, Iran melaporkan jumlah kapal yang melewati jalur ini lebih tinggi dari catatan pemantauan independen, sehingga pasar tetap waspada.

Pasar obligasi global turut memengaruhi pergerakan minyak. Aksi jual di pasar obligasi sempat mereda, yang mengurangi kekhawatiran terkait inflasi akibat harga energi tinggi. Konflik yang sudah memasuki minggu ke-12 ini telah menekan aliran minyak melalui Hormuz, mendorong harga energi dan inflasi global naik.

Dampak geopolitik semakin terasa. NATO mempertimbangkan untuk mengawal kapal melalui Hormuz jika rute tetap tertutup hingga awal Juli, sementara China dan Rusia menyerukan gencatan senjata di Timur Tengah. Di sisi lain, Amerika Serikat tetap menahan ekspor minyak dan melaporkan stok minyak domestik turun tajam, menunjukkan tekanan berkelanjutan pada pasokan.

Investor kini menunggu data inventaris resmi dari pemerintah AS, yang akan dirilis hari ini, untuk melihat apakah pasokan minyak dapat kembali stabil. Sementara itu, pasar tetap mencermati perkembangan diplomasi di Timur Tengah, karena setiap perubahan signifikan di Selat Hormuz bisa memengaruhi harga minyak dan prospek inflasi global.(Arl)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai