Minyak Melonjak AS Umumkan Blokade Kapal Terkait Iran di Hormuz
Harga minyak melonjak setelah AS berjanji memblokir kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz jika kapal tersebut singgah di pelabuhan Iran atau menuju ke sana, meningkatkan risiko gangguan pasokan energi di kawasan. Brent sempat naik hingga 9,1% dan diperdagangkan mendekati $102 menjelang akhir sesi.
Jika diterapkan efektif, blokade terhadap pelayaran terkait Iran berpotensi membatasi satu-satunya aliran minyak Teluk Persia yang masih berkelanjutan selama perang. Di saat yang sama, ancaman Teheran untuk menargetkan kapal dan pelabuhan sebagai respons menambah risiko bagi produsen lain, sehingga premi risiko kembali melebar di pasar energi.
Dengan beberapa jam tersisa sebelum blokade diberlakukan, mekanisme pelaksanaannya masih belum jelas. Militer AS menyatakan rincian tambahan akan disampaikan kepada pelaut melalui pemberitahuan resmi sebelum blokade dimulai, dan meminta pelaut memantau siaran radio.
Kebijakan ini muncul setelah perundingan perdamaian akhir pekan gagal, beberapa pekan setelah AS sempat mencabut sebagian sanksi terhadap minyak Iran di laut untuk meredam lonjakan harga sejak perang dimulai. “Iran masih berhasil mengekspor hampir 2 juta barel per hari sejak konflik dimulai,” kata analis UBS Giovanni Staunovo, seraya menilai blokade penuh yang efektif akan mengganggu ekspor Iran dan memperketat pasar minyak.
Komando Pusat AS menyatakan blokade akan dimulai pukul 10.00 waktu New York pada Senin, dan tidak berlaku bagi kapal lain yang tetap memilih melintas “dengan risiko sendiri” di jalur air yang diperebutkan. Dari pihak Iran, penasihat militer pemimpin tertinggi Mohsen Rezaee mengatakan negaranya “tidak akan mengizinkan” embargo semacam itu, sementara angkatan bersenjata Iran menegaskan pelabuhan di Teluk Persia tidak akan aman jika Iran terancam.(gn)
Sumber: Newsmaker.id