ETF Outflow & Geopolitik, Bitcoin Ambles
Bitcoin kembali melemah pada Kamis (4/6) di tengah sentimen risk-off yang dipicu eskalasi tensi Timur Tengah dan ketidakpastian arah negosiasi. Harga Bitcoin sempat menyentuh low intraday US$61.503 sebelum stabil di sekitar US$63.637, masih turun sekitar 3,3% pada hari itu.
Tekanan utama datang dari sisi aliran dana institusional. Arus keluar beruntun dari ETF spot Bitcoin AS membuat permintaan “pasif” melemah, sementara investor cenderung mengalihkan eksposur ke tema yang dianggap lebih punya fundamental jangka panjang seperti saham kecerdasan buatan. Di saat yang sama, penguatan dolar sebagai aset defensif turut menekan aset spekulatif tanpa imbal hasil seperti kripto.
Faktor psikologis pasar juga ikut membebani, setelah Strategy—pemegang Bitcoin korporasi besar—memberi sinyal bearish lewat penjualan Bitcoin pertamanya dalam beberapa tahun. Meski volumenya kecil, langkah ini kembali memunculkan pertanyaan tentang ketahanan strategi treasury yang sangat bergantung pada kenaikan harga Bitcoin yang konsisten.
Pelemahan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Ethereum turun dan diperdagangkan di sekitar US$1.772 setelah menyentuh low intraday US$1.730. Altcoin besar lain ikut terseret, mencerminkan pasar kripto yang kembali bergerak serempak ketika selera risiko global menurun.
Ke depan, arah kripto masih sangat sensitif pada dua katalis: apakah tensi geopolitik mereda (yang bisa mengurangi permintaan dolar/safe haven) dan apakah arus ETF berbalik masuk. Selama dua faktor itu belum berubah, pemulihan cenderung rapuh dan volatilitas tetap tinggi.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id