Minyak Turun Lagi—Fokus Geser ke India & Outlook OPEC/IEA
Harga minyak masih melemah menjelang sesi AS pada hari Senin (9/2), melanjutkan koreksi pekan lalu. Pasar mulai “ngelepas” premi risiko Timur Tengah setelah AS dan Iran sepakat melanjutkan pembicaraan tidak langsung, sehingga kekhawatiran gangguan pasokan jangka dekat nggak segarang sebelumnya.
Update menjelang sesi AS (21:16 WIB / 14:16 UTC): WTI berada di $63,23 (-0,50%) dan Brent di $67,75 (-0,44%) (kuotasi tercatat delay sekitar 11 menit).
Dari Oman, perundingan Jumat lalu dinilai “cukup positif” dan disebut sebagai langkah maju oleh pihak Iran. Presiden Donald Trump juga bilang bakal ada pertemuan lanjutan minggu ini, yang bikin pasar makin percaya jalur diplomasi masih jalan—minimal untuk menahan skenario eskalasi cepat.
Tapi risiko belum hilang total. Selat Hormuz tetap jadi titik rawan karena jalur ini vital buat arus minyak global, dan pernyataan keras dari pihak Iran soal respons militer kalau diserang juga bikin trader tetap pasang mode waspada. Jadi harga turun, tapi masih “ketahan” supaya nggak ambles dalam.
Selain geopolitik, fokus pasar mulai geser ke cerita pasokan lain: arus Rusia–India dan update proyeksi dari lembaga energi (OPEC/IEA/US forecaster) yang biasanya bisa ngubah mood pasar dalam sehari. Jadi jelang sesi AS, minyak ada di fase tarik-menarik: tensi mereda menekan harga, tapi faktor pasokan global jadi bantalan. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id