Minyak Turun 1%—AS–Iran Lanjut Bicara, Tapi Masih Ada Ancaman
Harga minyak turun sekitar 1% pada Senin karena kekhawatiran konflik di Timur Tengah sedikit mereda. Pasar lebih tenang setelah AS dan Iran sepakat melanjutkan pembicaraan soal program nuklir Teheran, sehingga ketakutan gangguan pasokan dalam waktu dekat ikut turun.
Brent turun sekitar 67 sen ke $67,38 per barel, sementara WTI melemah 61 sen ke $62,94 per barel. Pelaku pasar menilai selama jalur dialog masih jalan, peluang gangguan pasokan mendadak jadi lebih kecil—setidaknya untuk sementara.
Pembicaraan yang berlangsung di Oman disebut “positif” oleh kedua pihak, walau tetap ada perbedaan besar. Namun yang paling penting buat pasar: negosiasi tidak putus di tengah jalan. Ini mengurangi kekhawatiran bahwa kegagalan deal bisa menyeret kawasan lebih dekat ke perang, apalagi AS sudah menambah kekuatan militernya di wilayah tersebut.
Investor juga menyorot Selat Hormuz—jalur vital tempat sekitar seperlima konsumsi minyak dunia lewat antara Oman dan Iran. Kalau situasi memanas, risiko gangguan pengiriman dari Iran dan produsen kawasan lain bisa langsung bikin pasar “panik” lagi.
Meski tensi terasa turun, ancaman belum hilang. Menlu Iran memperingatkan Teheran akan menyerang pangkalan AS di Timur Tengah jika mereka diserang. Jadi, minyak bisa turun karena pasar lega… tapi bara konfliknya belum benar-benar padam.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id