Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap setiap headline, mencerminkan pasar yang masih “rawan berubah arah” di tengah tensi geopolitik.
Di New York, West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di atas $63 per barel. Pasar sempat menguat setelah Menlu Iran Abbas Araghchi menyebut perundingan sebagai “awal yang baik”. Namun euforia itu tidak berlangsung mulus karena laporan Wall Street Journal menyebut Teheran masih menolak mengakhiri pengayaan bahan bakar nuklir—isu yang selama ini menjadi poin kunci bagi AS.
Ketegangan Timur Tengah—wilayah yang memasok sekitar sepertiga minyak mentah dunia—masih membuat harga minyak membawa premi risiko. Trader terus menimbang risiko eskalasi versus kondisi fundamental yang juga mulai dibayangi narasi potensi kelebihan pasokan.
Meski naik tipis hari ini, kontrak minyak New York masih berada di jalur penurunan mingguan pertama sejak pertengahan Desember. Alasannya: proses pembicaraan AS–Iran dianggap ikut meredakan ketakutan pasar akan konflik yang lebih luas di kawasan.
Harga juga sempat mendapat dorongan tambahan setelah data menunjukkan sentimen konsumen AS membaik secara tak terduga ke level tertinggi dalam enam bulan. Data ini meredakan sebagian kekhawatiran pasar soal perlambatan ekonomi AS yang bisa menyeret permintaan energi.
Dari sisi geopolitik lain, pasar turut memantau perkembangan negosiasi trilateral yang melibatkan AS, Ukraina, dan Rusia. Kedua negara itu dilaporkan sepakat melakukan pertukaran tahanan untuk pertama kalinya dalam lima bulan, sementara utusan khusus Trump menyebut hasil lebih lanjut diharapkan muncul “dalam beberapa minggu mendatang.”
Sementara itu, Arab Saudi memangkas harga untuk pembeli Asia lebih kecil dari perkiraan, yang dibaca sebagai sinyal keyakinan terhadap permintaan. Namun tetap saja, level harga jual Saudi itu masih turun ke posisi terendah sejak akhir 2020.
Pada pukul 11:00 pagi waktu New York, WTI pengiriman Maret naik 1,0% ke $63,95 per barel. Sementara Brent pengiriman April naik 1,1% ke $68,29 per barel.(alg)
Sumber: Newsmaker.id