• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

6 February 2026 03:37  |

Minyak Turun Hampir 3% usai AS–Iran Resmi Gelar Pembicaraan di Oman

Harga minyak ditutup melemah hampir 3% pada Kamis (5/2) dalam perdagangan yang volatil, setelah Amerika Serikat dan Iran sepakat menggelar pembicaraan di Oman pada Jumat. Kesepakatan ini meredakan kekhawatiran pasar soal gangguan pasokan minyak Iran, sehingga premi risiko geopolitik di harga minyak ikut menyusut.

Kontrak minyak Brent ditutup turun $1,91 (-2,75%) ke $67,55 per barel, sementara WTI ditutup turun $1,85 (-2,84%) ke $63,29 per barel.

Meski begitu, pasar belum sepenuhnya yakin jalur diplomasi akan menghasilkan kesepakatan yang mulus. Sejumlah analis menilai masih ada skeptisisme bahwa kesepakatan “masuk akal” bisa dicapai, sehingga volatilitas tetap tinggi karena trader menimbang ulang peluang eskalasi versus de-eskalasi.

Fokus pasar juga kembali tertuju pada Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi lintasan sekitar seperlima konsumsi minyak dunia. Banyak eksportir utama OPEC—seperti Arab Saudi, UEA, Kuwait, dan Irak—mengandalkan jalur ini, termasuk Iran. Situasi ini membuat setiap perubahan sentimen geopolitik cepat tercermin di harga.

Volatilitas sepanjang awal tahun juga mendorong pelaku pasar ramai “mengunci” harga. Aktivitas lindung nilai dan kontrak terkait WTI Midland di Houston disebut mencetak volume tinggi pada Januari, seiring kekhawatiran pasokan Timur Tengah dan tambahan arus barel menuju kawasan Gulf Coast AS.

Dari sisi sentimen komoditas, penguatan dolar AS dan gejolak tajam di logam mulia turut menekan risk appetite secara lebih luas pada Kamis, menambah beban bagi pasar energi.

Sementara itu, dinamika pasokan global ikut berubah. Diskon ekspor minyak Rusia ke China dilaporkan melebar ke level ekstrem ketika penjual menurunkan harga untuk menjaga permintaan, di tengah potensi berkurangnya pembelian dari India. Pasar juga merespons kabar kesepakatan dagang AS–India, di mana India disebut setuju menghentikan pembelian minyak Rusia.

Di Amerika Latin, Argentina diperkirakan dapat meningkatkan surplus perdagangan energi pada 2026 berkat kenaikan produksi minyak dari formasi shale Vaca Muerta, dengan estimasi surplus berada di kisaran $8,5 miliar–$10 miliar.(yds)

Sumber: Reuters

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Greenland & Tarif Trump Bikin Market Minyak Waspada

Harga minyak cenderung stabil di sesi Asia pada Senin setelah pekan lalu bergerak liar karena isu risiko pasokan Iran. Fokus ...

19 January 2026 10:48
BIAS23.com NM23 Ai