Minyak Turun Tajam: Deal Negosiasi AS–Iran Redam Ketegangan
Minyak balik melemah di Kamis (5/2) pagi perdagangan Eropa setelah pasar menangkap satu sinyal kunci: jalur diplomasi AS–Iran masih hidup. Kepastian bahwa kedua pihak akan bertemu di Oman pada Jumat membuat pelaku pasar mengurangi “premi perang” yang sempat menempel di harga, karena risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah terlihat sedikit mereda.
Pada pukul 09:05 GMT, Brent turun $1,31 atau sekitar -1,89% ke $68,15/barel. Sementara WTI melemah $1,24 atau sekitar -1,90% ke $63,90/barel. Tekanan ini datang setelah reli kuat sesi sebelumnya—pasar seperti sedang “membuang” euforia dan kembali ke mode hitung-hitungan risiko.
Sehari sebelumnya, minyak sempat melonjak sekitar 3% ketika muncul headline yang menimbulkan keraguan apakah pembicaraan Jumat bakal gagal. Namun, setelah ada konfirmasi dari kedua kubu bahwa negosiasi tetap jalan (meski format dan agenda masih tarik-ulur), arah pasar berbalik: risk premium dipangkas, harga pun turun.
Masalahnya, pertemuan ini bukan berarti drama selesai. Kesenjangan posisi masih lebar: Iran ingin pembahasan fokus pada program nuklir & pencabutan sanksi, sementara AS disebut mendorong topik yang lebih luas seperti rudal balistik, peran proksi regional, hingga isu HAM. Karena itu, pasar tetap menahan porsi ketidakpastian—hanya saja hari ini “lebih dingin” dibanding kemarin.
Di luar geopolitik, trader juga menimbang faktor pasokan dari AS. Data persediaan (EIA) yang keluar Rabu menunjukkan stok minyak AS menurun, tetapi tidak sedalam ekspektasi sebagian pelaku pasar, sehingga dukungan ke harga tidak cukup kuat untuk menahan aksi ambil untung setelah reli dua hari terakhir. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id