Minyak Stabil di Tengah Spekulasi AS–Iran
Harga minyak bergerak tipis, karena pasar lagi “nimbang” dua hal besar: ketegangan geopolitik Timur Tengah yang makin sensitif, dan stok minyak AS yang turun—tapi tidak sedalam ekspektasi.
Kontrak West Texas Intermediate (WTI) bertahan di dekat $63 per barel, setelah menguat 1,7% pada Selasa. Fokus utama kini mengarah ke rencana negosiasi tidak langsung Iran–AS di Oman pada Jumat, menurut laporan Tasnim. Media semi-resmi Iran itu menyebut pembicaraan akan dibatasi pada isu nuklir dan pencabutan sanksi.
Geopolitik jadi “mesin” utama harga
Kekhawatiran konflik di Timur Tengah—wilayah yang memasok sekitar sepertiga minyak mentah dunia—membantu mengangkat harga minyak bulan lalu, meskipun pasar mulai melihat tanda potensi kelebihan pasokan yang membesar.
Momen negosiasi ini datang di tengah situasi panas: AS menembak jatuh drone Iran, dan Presiden Donald Trump bahkan mengancam akan menyerang Iran jika tidak ada kesepakatan.
Petinggi Equinor, Torgrim Reitan, menegaskan faktor geopolitik memang sedang jadi pendorong utama. Ia menilai, secara fundamental “harga wajar” bisa lebih rendah dari sekarang, tapi dengan kondisi yang terus berubah, arah akhirnya sulit ditebak.(alg)
Sumber: Newsmaker.id