Iran–AS Negosiasi, Minyak Masih Tegang
Harga minyak bergerak cenderung stabil pada Rabu (4/2), tapi tegangnya terasa—karena pasar lagi menimbang dua katalis besar sekaligus: geopolitik Iran dan sinyal pengetatan pasokan AS. Brent masih bertahan di kisaran $67,36/barel (+0,04%), sementara WTI berada di sekitar $63,33/barel (+0,19%) pada update terbaru.
Dari sisi geopolitik, pelaku pasar memantau rencana pembicaraan tidak langsung AS–Iran di Oman pada Jumat, dengan laporan media Iran menyebut fokusnya dibatasi pada isu nuklir dan pencabutan sanksi. Di sisi lain, tensi tetap tinggi karena rangkaian insiden terbaru—mulai dari penembakan drone hingga manuver kapal di jalur strategis—membuat “risk premium” masih sulit hilang sepenuhnya.
Katalis kedua datang dari data persediaan. API melaporkan stok minyak mentah AS turun 11,1 juta barel pekan lalu—kalau angka ini dikonfirmasi oleh data resmi EIA, itu berpotensi jadi penurunan mingguan terbesar sejak Juni dan biasanya memberi dorongan bullish ke harga. Market sekarang menunggu rilis EIA untuk memastikan apakah drawdown ini murni karena demand kuat, atau banyak dipengaruhi faktor cuaca/produksi.
Intinya: harga terlihat “tenang”, tapi itu karena pasar lagi menahan posisi sambil menunggu kepastian—apakah diplomasi Oman meredakan ketegangan dan apakah data EIA mengunci cerita pasokan makin ketat. Kalau EIA mengonfirmasi draw besar dan headline Iran memburuk, minyak bisa gampang naik lagi. Kalau sebaliknya (EIA mengecil + tensi mereda), harga rawan balik terkoreksi tipis. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id