Minyak Mulai Tenang Iran Jadi Katalis Berikutnya
Harga minyak mulai stabil setelah sehari sebelumnya jatuh paling dalam dalam enam bulan, saat pasar mencerna dua hal besar: risiko geopolitik mereda dan aksi jual komoditas yang masih terasa.
Di sesi Asia, WTI bertahan di kisaran $62/barel dan Brent bertahan di atas $66/barel. Sentimen membaik setelah Donald Trump menyebut jalur komunikasi dengan Iran terbuka dan pembicaraan soal kesepakatan nuklir baru bisa bergerak dalam beberapa hari—sejalan dengan sinyal dari Teheran bahwa mereka siap “terlibat”.
Yang perlu dicatat: penurunan kemarin bukan kecil. Pada Senin, minyak terpukul lebih dari 4% karena pasar mulai membuang premi risiko yang sempat menempel ketika tensi AS–Iran memanas. Brent ditutup di $66,30 dan WTI di $62,14.
Tekanan juga datang dari gelombang jual komoditas yang lebih luas. Logam mulia sempat “berdarah” setelah kejatuhan tajam sejak Jumat, dan sentimen risk-off ikut menyeret energi—pasar jadi lebih cepat ambil untung, lebih selektif masuk posisi baru.
Di sisi lain, pasar juga menimbang arah arus minyak global setelah Trump menyebut rencana penurunan tarif impor ke India menjadi 18% usai komitmen India untuk memangkas pembelian minyak Rusia. Jika aliran Rusia ke India benar-benar menyusut, peta pasokan bisa bergeser—tapi untuk saat ini, fokus utama tetap di headline geopolitik dan sentimen komoditas.(alg)
Sumber: Newsmaker.id