Oil Turun, Tapi Tetap Siap Cetak Lonjakan Bulanan
Harga minyak turun pada Jumat (30/1) setelah pemerintahan Donald Trump melonggarkan sebagian sanksi terhadap industri energi Venezuela. Meski begitu, minyak masih berada di jalur kenaikan bulanan yang besar, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pada pukul 08:55 waktu timur AS (13:55 GMT), kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Maret turun 0,6% menjadi US$69,16 per barel, sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,7% menjadi US$64,96 per barel.
Walau harga turun dari level tertinggi hampir enam bulan, minyak diperkirakan tetap naik sekitar 13% sepanjang bulan ini. Kenaikan tersebut didorong spekulasi bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta badai salju parah di AS dapat mengganggu pasokan global.
Pemerintahan Trump melonggarkan sebagian sanksi Venezuela
Pemerintahan Trump pada Kamis mencabut pembatasan atas transaksi yang melibatkan perusahaan minyak milik negara Venezuela, PDVSA. Kebijakan ini membuka jalan bagi entitas AS untuk menjual dan mengangkut minyak dari Venezuela.
Langkah tersebut tampaknya ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan pelaku usaha Amerika agar berinvestasi di Venezuela—sebuah skenario yang berulang kali didorong Trump setelah Washington mengambil alih kendali industri energi negara itu pada awal Januari.
Namun, kebijakan Kamis itu tidak mencantumkan ketentuan yang mencabut sanksi terkait produksi minyak Venezuela.
Pengambilalihan industri minyak Venezuela oleh AS sempat memicu kekhawatiran bahwa pasokan minyak dari negara tersebut akan meningkat tajam jika sanksi Amerika dilonggarkan. Akan tetapi, para analis menilai peningkatan produksi membutuhkan waktu, mengingat infrastruktur energi Venezuela yang menua serta ketidakpastian politik yang meningkat setelah AS menangkap Presiden Nicolas Maduro.
AS meningkatkan tekanan terhadap Iran
Di sisi lain, harga minyak sempat menguat tajam awal pekan ini setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Iran untuk menahan program nuklirnya. Trump mengancam aksi militer dan mengerahkan satu kelompok armada angkatan laut AS ke kawasan tersebut.
Washington juga telah menjatuhkan sanksi luas terhadap Teheran untuk menekan pendapatan minyaknya, yang merupakan sumber pendanaan negara yang sangat penting.
Trump disebut sedang mempertimbangkan serangan terbatas (targeted strikes) terhadap pejabat keamanan dan tokoh senior untuk memicu gejolak dan berpotensi melemahkan sistem pemerintahan yang berkuasa, demikian laporan Reuters pada Kamis dengan mengutip sumber-sumber AS.(yds)
Sumber: Investing.com