• Wed, Mar 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

15 October 2025 17:52  |

Emas Menembus $4.200: Buy or Wait?

Emas memperpanjang relinya hingga menembus $4.200 per ons untuk pertama kalinya pada hari Rabu (15/10) di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga AS lebih lanjut, sementara ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang lebih luas juga mendorong investor untuk membeli logam safe haven ini.

Emas spot naik 1,5% menjadi $4.203,79 per ons pada pukul 10.18 GMT, setelah menyentuh rekor tertinggi $4.217,95 di awal sesi. Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 1,4% menjadi $4.220,20.

Emas telah naik sekitar 58% sepanjang tahun ini, didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, pembelian yang kuat oleh bank sentral, tren dedolarisasi yang lebih luas, dan arus masuk dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang kuat.

"Berlanjutnya penutupan pemerintah AS, komentar yang lebih dovish dari pejabat The Fed, dan eskalasi ketegangan perdagangan yang terus berlanjut antara AS dan Tiongkok kemungkinan akan mendukung kenaikan harga emas lebih lanjut," kata analis ActivTrades, Ricardo Evangelista.

"Mencapai level $5.000 tampaknya bukan hal yang mustahil dalam jangka menengah hingga panjang."

Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada hari Rabu setelah komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperkuat spekulasi serangkaian penurunan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Para pedagang memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Oktober dan penurunan berikutnya pada bulan Desember, dengan peluang masing-masing sebesar 96% dan 93%.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington sedang mempertimbangkan untuk memutus beberapa hubungan dagang dengan Tiongkok, setelah kedua negara mulai memberlakukan biaya pelabuhan secara timbal balik pada hari Selasa.

Pasar juga memantau dengan cermat risiko terkait penutupan pemerintah yang sedang berlangsung di Amerika Serikat. Penutupan pasar, yang telah menghentikan aliran data resmi, dapat mulai mengaburkan pandangan para pembuat kebijakan di Jepang dan negara-negara lain.

Emas, yang secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian politik dan ekonomi serta inflasi, juga cenderung berkinerja baik di lingkungan suku bunga rendah.

"Kami memperkirakan kenaikan harga emas akan berlanjut," kata Soni Kumari, ahli strategi komoditas di ANZ.

Secara teknis, Indeks Kekuatan Relatif (R&D) emas berada di angka 85, yang menunjukkan logam tersebut overbought (kelebihan beli).

Perak naik 2,3% menjadi $52,64, setelah mencapai rekor tertinggi $53,60 pada hari Selasa, mengikuti reli emas dan di tengah pengetatan pasokan di pasar spot.

Di tempat lain, platinum naik 1,2% menjadi $1.657,05 dan paladium naik 1,7% menjadi $1.551,18. (Arl)

Sumber: Reuters.com

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Fed Turunkan Harga Emas, Namun Kini Mulai Berbalik Arah!

Harga emas naik tipis menyusul penurunan pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh peringatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell...

19 June 2025 07:41
GOLD

Emas Masih Tunggu Hasil FOMC

Harga emas (XAU/USD) bergerak stabil pada hari Rabu, diperdagangkan mendekati $3.330 per troy ounce di sesi Eropa, setelah se...

30 July 2025 21:21
BIAS23.com NM23 Ai