Emas Tertekan Pasca Rilis Data GDP dan Klaim Pengangguran AS
Harga emas melemah pada perdagangan Kamis malam setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan. Departemen Perdagangan AS melaporkan produk domestik bruto (GDP) tumbuh 3,8% di kuartal kedua, lebih tinggi dari estimasi awal. Pertumbuhan ini sebagian didorong oleh konsumsi rumah tangga dan penurunan impor, yang menambah sentimen positif terhadap daya tahan ekonomi terbesar dunia tersebut.
Sementara itu, klaim awal pengangguran turun menjadi 218.000 untuk pekan yang berakhir 20 September, lebih rendah dari periode sebelumnya. Angka ini menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih cukup solid, meskipun ada kekhawatiran perlambatan di sektor lain.
Kombinasi data GDP yang kuat dan klaim pengangguran yang menurun membuat pelaku pasar menilai Federal Reserve belum terburu-buru memangkas suku bunga. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi untuk periode lebih lama mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS, sehingga menekan daya tarik emas sebagai aset non-yield.
Namun, analis menilai tekanan emas bisa terbatas karena faktor geopolitik global masih menjaga permintaan safe haven. Ketegangan antara NATO dan Rusia serta eskalasi konflik di Ukraina berpotensi memicu aliran modal kembali ke emas apabila risiko meningkat. Investor kini menunggu data inflasi AS dan komentar lanjutan dari pejabat The Fed sebagai arah berikutnya bagi pasar emas.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id