Emas Naik Ditopang Permintaan Safe Haven Jelang Data AS
Emas naik pada Kamis (25/9) seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan ekonomi yang mendorong permintaan aset safe haven, sementara investor menanti data ekonomi AS untuk petunjuk arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Harga spot gold naik 0,6% menjadi $3.756,29/oz pada 08:57 GMT, setelah menyentuh rekor $3.790,82 pada Selasa. Kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember naik 0,5% menjadi $3.787,0.
Sementara kata Carlo Alberto De Casa, analis eksternal di grup perbankan Swissquote.Presiden AS Donald Trump, dalam perubahan sikap mendadak, mengatakan pada Selasa bahwa ia yakin Ukraina bisa merebut kembali seluruh wilayah yang diduduki Rusia. “Investor tidak melihat stabilitas fiskal yang memadai di AS, dan jika Anda memikirkan soal perang dagang, ketegangan dengan Rusia dan Timur Tengah, mudah dipahami kenapa emas melonjak,”
Presiden Fed San Francisco Mary Daly pada Rabu mengatakan ia “sepenuhnya mendukung” pemangkasan suku bunga pekan lalu dan memperkirakan pemotongan lanjutan, sementara Ketua Fed Jerome Powell menyampaikan nada yang lebih hati-hati. Pasar secara luas memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga AS sebesar 25 bps tahun ini pada Oktober dan Desember.
Investor kini menunggu rilis indeks harga PCE yang merupakan ukuran inflasi favorit The Fed pada Jumat.
Menurut jajak pendapat Reuters, laporan tersebut diperkirakan menunjukkan kenaikan 0,3% m/m untuk Agustus dan 2,7% y/y. “Jika data ekonomi sesuai ekspektasi pasar, itu mengindikasikan pasar berada di jalur yang tepat menuju pelonggaran Fed, yang akan mendukung emas,” ujar analis Quantitative Commodity Research, Peter Fertig. Emas sebagai aset safe haven cenderung berkinerja baik di lingkungan suku bunga rendah.
Data klaim pengangguran mingguan AS yang akan rilis kemudian hari juga dapat memberi gambaran tambahan tentang kondisi pasar tenaga kerja.
Untuk logam lainnya, perak spot naik 2% ke $44,76/oz, platinum naik 2% ke $1.501,69, dan palladium menguat 1,8% ke $1.231,21.(yds)
Sumber: Reuters