Emas Merangkak Naik, Fokus ke Sinyal Fed & DXY
Harga emas sedikit demi sedikt merangkak naik saat sejumlah investor menunggu isyarat berikutnya mengenai arah pemangkasan suku bunga Federal Reserve.
Bullion diperdagangkan sekitar $37 per ons di bawah rekor sepanjang masa hari Rabu-rekor yang dipicu pemangkasan suku bunga 25 bps oleh bank sentral AS. Harga kemudian terkoreksi setelah komentar Ketua The Fed Jerome Powell soal arah kebijakan terdengar kurang dovish dari perkiraan, dengan menegaskan setiap langkah pelonggaran akan diputuskan “meeting-by-meeting.”
Sikap Powell juga menguatkan dolar AS, yang menjadi negatif bagi emas karena membuatnya lebih mahal bagi pembeli berbasis mata uang lain.
Sementara kata Ahmad Assiri, analis Pepperstone Group Ltd Emas “mulai masuk ke rentang konsolidasi” setelah reli awal bulan ini,. Dengan harga mendekati level sepekan lalu, pasar “sedang mencari pijakan baru setelah kenaikan tajam.” Arus masih cenderung ke sisi beli, meski tanpa dorongan kuat untuk menembus plafon $3.700 terbaru.
Pelaku pasar masih memperkirakan hampir dua kali pemangkasan lagi tahun ini; ekspektasi pelonggaran The Fed menjadi katalis utama reli emas 39% sepanjang tahun. Harga juga didukung permintaan aset aman di tengah konflik geopolitik dan dampak tarif Presiden AS Donald Trump terhadap ekonomi global, serta pembelian bank sentral dan kepemilikan melalui ETF.
Ke depan, serangan pemerintahan terhadap independensi The Fed bisa semakin memperkuat reli.
Gubernur Lisa Cook tengah bersengketa hukum dengan Trump yang berupaya memecatnya dengan tuduhan penipuan hipotek. Penasihat ekonomi pemerintahan, Stephen Miran, dipercepat masuk mengisi kekosongan sementara di The Fed dan menjadi satu-satunya yang menolak keputusan pada Rabu, ia lebih memilih pemangkasan sebesar 50 bps.
Emas naik 0,8% ke $3.675,06/oz pada 11:23 pagi waktu New York, sehingga sedikit menguat secara mingguan.
Indeks Bloomberg Dollar Spot menguat tipis. Perak dan platinum naik, sementara paladium turun 1,2%.(yds)
Sumber: Bloomberg.com