Emas Berkilau Ditengah Pelemahan Dolar, Independensi Fed Disorot
Harga emas mencapai level tertinggi lima minggu pada Kamis (28/8), yang didukung dolar yang lebih lemah dan permintaan aset safe haven di tengah kekhawatiran berlanjut atas independensi Federal Reserve.
Harga spot emas naik 0,6% pada 01:47 waktu timur AS (17:47 GMT), level tertinggi sejak 23 Juli.
Kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember ditutup di naik 0.6% juga.
Indeks dolar (.DXY) melemah 0,5%, membuat emas berdenominasi dolar lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri.
Sementara kata Tai Wong, pedagang logam independen “Emas diam-diam telah naik dan bergerak stabil selama lebih dari sepekan, sebagian karena meningkatnya kekhawatiran mengenai independensi The Fed. Tekanan Trump … memicu kegelisahan bahwa FOMC dapat memangkas suku bunga lebih cepat dan menahannya lebih rendah dalam waktu yang lama, ini baik bagi emas,”.
Pasar saat ini memperkirakan peluang lebih dari 87% untuk pemangkasan seperempat poin pada pertemuan The Fed bulan September, menurut alat CME FedWatch.
Investor kini menantikan data Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat, ukuran inflasi kunci bagi bank sentral AS.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja baik di lingkungan suku bunga rendah dan saat ketidakpastian ekonomi.
Gubernur Federal Reserve Lisa Cook mengajukan gugatan yang menyatakan Trump tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikannya dari jabatan, membuka pertarungan hukum yang berpotensi mengubah norma lama tentang independensi bank sentral AS.
“Saya pikir dalam jangka pendek ini bullish untuk emas. Saya memperkirakan sekitar $3.700 pada akhir tahun,” kata Daniel Pavilonis, Senior Market Strategist di RJO Futures.
Di tempat lain, perak spot naik 1,2% ke $39,09 per ons, level tertinggi sejak 25 Juli.
“Perak mencatat kuartal yang bagus, tetapi momentumnya melemah pada Agustus dan kini menunggu pemicu. Ada yang berpikir perak akan ‘melompat seperti antilope’ di atas $40. Itu mungkin berbarengan dengan emas mencetak rekor baru,” ujar Wong.
Sumber: Reuters