Harga Emas Stabil di Tengah Sinyal Ekonomi AS yang Beragam
Harga emas bertahan kuat pasca tergelincir ke level terendah harian $2.735 di tengah meningkatnya imbal hasil obligasi Treasury AS. Data ekonomi dari Amerika Serikat (AS) menunjukkan pasar tenaga kerja sedang mendingin, sementara pelaku pasar terus mengkaji retorika kebijakan perdagangan Presiden AS Trump. XAU/USD diperdagangkan pada $2.755, hampir tidak berubah.
Harga emas batangan akan mengakhiri pekan ini dengan kenaikan yang solid meskipun memangkas sebagian kenaikannya pada hari Kamis (23/1).
Data dari Departemen Tenaga Kerja AS mengungkapkan bahwa lebih banyak orang Amerika mengajukan tunjangan pengangguran selama pekan yang berakhir pada tanggal 18 Januari, yang biasanya menandakan melemahnya pasar tenaga kerja. Meskipun demikian, laporan tersebut menunjukkan bahwa distorsi cuaca dan kebakaran di Los Angeles adalah alasan utama untuk hal ini dan kemungkinan akan tercermin dalam rilis berikutnya.
Kenaikan terakhir logam kuning ini disponsori oleh jatuhnya Greenback. Menurut Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama dan biasanya berkorelasi terbalik dengan Emas, turun 0,08% menjadi 108,06.
Pada hari Jumat, keuntungan bank sentral dimulai dengan Bank of Japan (BoJ) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).
Di Pekan depannya, Federal Reserve (Fed) dan Bank Sentral Eropa (ECB) akan menjadi yang berikutnya dengan yang pertama diproyeksikan akan mempertahankan suku bunga, sementara ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps.
Pekan ini, agenda ekonomi AS akan menampilkan S&P Global Flash PMI, data perumahan, dan rilis akhir Sentimen Konsumen University of Michigan (UoM) untuk bulan Januari.(yds)
Sumber: Fxstreet