Dolar Australia Tertekan, Pasar Ragukan Kenaikan Suku Bunga RBA
Dolar Australia masih bergerak di bawah level US$0,70 dan bertahan dekat level terendah dalam tiga bulan pada perdagangan Rabu (01/07). Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS yang kembali mendominasi pasar valuta asing, sementara prospek kebijakan moneter domestik masih terlihat campuran.
Risalah rapat kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) pada Juni menunjukkan bahwa pembuat kebijakan masih melihat risiko kenaikan inflasi. Bank sentral juga tetap siap menaikkan suku bunga lagi jika diperlukan, setelah sebelumnya telah melakukan tiga kali kenaikan suku bunga sepanjang tahun ini.
Meski nada kebijakan RBA masih cenderung hawkish, penurunan harga minyak setelah rapat tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan mulai mereda. Pasar kini hanya memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 15% pada pertemuan Agustus.
Investor juga melihat peluang 60% bahwa suku bunga tunai saat ini di level 4,35% sudah menjadi puncak siklus pengetatan RBA. Sementara itu, pemangkasan suku bunga pertama belum diperkirakan terjadi hingga akhir 2027. Di sisi lain, dolar AS tetap kuat karena data ekonomi Amerika Serikat yang solid memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih dapat menaikkan suku bunga tahun ini. (asd)
Sumber: Newsmaker.id